ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 25 Agustus 2021: ICBP

Akhirnya ICBP merilis laporan keuangan H1 2021. Laporan keuangannya tidak terlalu buruk.

Mengapa tidak terlalu buruk?

Karena ICBP berhasil menggenjot revenue naik dan laba tahun berjalan naik tapi sayangnya EPS untuk shareholders turun karena kepentingan non-pengendali ikutan naik juga.

Revenue 2021 28 T vs 2020 23 T
Laba tahun berjalan 3,9 T vs 3,5 T
Kepentingan non-pengendali 765 vs 206

EPS H1 2021 276 vs EPS H1 2020 290

Annualized 552 vs 580

PER 14,8 vs 14,1

Beban keuangan 1,4 Triliun vs 85 M

Imagine berapa laba ICBP kalau suatu hari nanti beban keuangan 1,4 Triliun ini hilang.

Di PER 14,8 ICBP jadi terlihat relatif mahal kalau dibandingkan dengan peer emiten konsumer lain seperti HMSP GGRM ULTJ yang memiliki PER < 14. Tapi setidaknya masih kelihatan murah jika dibandingkan dengan MYOR dan UNVR yang PER > 20.

Dengan beban keuangan yang menembus angka 1,48 Triliun di H1 2021, maka ICBP harus bisa mencetak laba operasional minimal 6 Triliun agar laba bersihnya bisa lebih baik dari laba sebelum akuisisi Pinehill.

Akuisisi Pinehill memang terbukti telah berhasil meningkatkan Revenue dan laba perusahaan. Sayangnya EPS untuk shareholders berkurang karena naiknya kepentingan non-pengendali efek akuisisi.

Investor ICBP masih harus bersabar dengan utang obligasi perusahaan yang mencapai 28 Triliun. Dengan tenor beragam mulai dari 10 tahun hingga 30 tahun.

Long way to go. Pada akhirnya kita hanya bisa bersabar.

Dengan EPS Annualized 552 rupiah maka bila kita ingin beli ICBP di PER 10, harganya adalah 5520 rupiah.

Jika ingin beli di PER 20 maka harganya adalah 11.040.

Apakah mungkin dalam waktu dekat ICBP bisa mendapatkan valuasi PER 20? Menurut saya mungkin saja tapi itu berat terwujud karena pertama appetite investor sekarang lagi shifted ke teknologi. Kedua dengan beban bunga yang besar, investor pada umumnya enggan memberikan valuasi premium.

Tapi saya sebagai investor ICBP tetap optimis bahwa akan ada cahaya yang terang di ujung sana.

Skydrugz Bot Radar
  • Saham yang masuk radar makin sedikit. Kemarin 32 saham masuk radar. Hari ini sisa 17 saham.
  • WIKA hanya 7 hari masuk radar dan kini sudah tak ada lagi. HMSP sudah radar hari ke-10.
  • ANTM radar hari kedua.
  • WTON hilang dari radar. RAJA juga hilang dari radar. Padahal kemarin WTON dan RAJA baru masuk radar
  • RALS dan TBLA juga ternyata hanya 2 hari masuk radar. Hari ini mereka sudah keluar radar.

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisa pesan di sini dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply