Apa yang dimaksud dengan Free Float dalam Saham

Apa yang dimaksud dengan Free Float dalam Saham

Free float dalam saham saat ini sedang menjadi pembicaraan karena adanya penyesuaian bobot indeks oleh Bursa Efek Indonesia. Indeks yang nantinya akan terpengaruh oleh kebijakan ini adalah Indeks LQ 45 dan IDX 30.

 

Pasti bingung apa yang dimaksud dengan free float? Dan pengaruhnya apa terhadap indeks? Apa saham otomatis turun atau naik hanya karena kebijakan ini? Dan buat apa Bursa Efek Indonesia membuat kebijakan baru ini?.

 

Free float saham merupakan persentase saham dari suatu perusahaan go public yang bisa dibeli oleh masyarakat. Contohnya: 

 

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sesuai dengan jumlah saham yang beredar saat ini sebanyak 56.75% dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya sebanyak 43.25 % boleh dimiliki oleh masyarakat.

 

Artinya free float dari saham BBRI adalah sebesar 43,25% gampang bukan.

 

Aturan dari Bursa Efek Indonesia tentang minimum free float adalah sebesar minimal 7.5% per emitennya. Jika ada perusahaan go public yang masih dibawah ketentuan tersebut maka diwajibkan melakukan aksi korporasi agar sahamnya bertambah atau mungkin dipecah (stock split).

 

Free float saham suatu perusahaan penting bagi investor karena menyajikan data seberapa tinggi peluang frekuensi volatilitas saham tersebut. Contohnya jika ada saham yang free float banyak maka jumlah frekuensi transaksinya cenderung tinggi namun tidak terlalu volatile (bergerkan naik turun secara ekstrim)

 

Jika free float sahamnya rendah maka kecenderungannya saham perusahaan tersebut kurang likuid atau transaksinya jarang dan volatilitasnya bisa ekstrim (naik turun dalam seharinya). Contohnya ADMF (Adira Dinamika Multifinance Tbk) yang free floatnya hanya 7.93%.

 

Tapi harap diperhatikan bahwa free float tidak ada kaitannya dengan fundamental suatu perusahaan Click To Tweet Jadi belum tentu yang free floatnya kecil maka sahamnya jelek begitu juga sebaliknya.

 

Baca Artikel Berikut : Analisis Fundamental Saham

 

Nah efeknya dengn kebijakan BEI untuk menghitung ulang bobot indeks adalah bertujuan agar saham yang free floatnya lebih besar memiliki bobot yang lebih tinggi agar tercipta bobot yang “lebih adil”.

 

Perlu juga dipahami jika investor institusi (yang punya super money), biasanya lebih memilih saham dengan free floatnya besar.

 

Apa yang dimaksud dengan Free Float dalam saham
Apa yang dimaksud dengan Free Float dalam saham

 

Alasannya agar ketika mereka membeli saham tersebut tidak terlalu memberikan dampak yang besar terhadap harga saham tersebut . Investor institusi juga cenderung membeli saham yang bobotnya mendekati indeks pasar. Tujuannya tentu saja agar kinerja mereka paling tidak selalu diatas indeks pasar yang di Indonesia disebut dengan IHSG.

 

Mudah dimengerti kan kenapa pengumuman free float membuat beberapa saham tertentu turun drastis dan ada yang baik-baik saja. Apabila masih belum paham silakan berikan komentar kamu di kolom yang sudah disediakan 😀 

4 thoughts on “Apa yang dimaksud dengan Free Float dalam Saham

  1. sabda awal says:

    saya baru tau dengan istilah ini, cuma masalah istilah aja sih. kalau begini sebenarnya gampang.

    Jelas sekali free float rendah pada suatu emitan kurang disukai, ya pasti dipasar transaksinya kecil bahkan ga gerak atau ga ada sama sekali. Lebih nyaman free float yang besar dimana prinsip permintaan dan penawaran nyata berasa

    • Ngurah Warman says:

      iya ini cuma istilah “keren” berapa persen dari total kepemilikan saham suatu perusahaan yang boleh dimiliki oleh publik. Benar makin besar free float makin likuid saham tersebut begitu juga sebaliknya. Terima kasih telah memberikan komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *