PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penghentian sementara (suspensi) perdagangan sahamnya. Dalam surat tertanggal 17 Desember 2025 tersebut, manajemen memaparkan kondisi terkini perusahaan mulai dari kinerja keuangan hingga kelanjutan proyek strategis.
Kinerja Keuangan dan Pelunasan Utang
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, ROCK mencatatkan performa yang cukup baik dengan adanya peningkatan laba dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu aksi korporasi penting yang dilakukan baru-baru ini adalah percepatan pelunasan kredit investasi kepada Bank Mandiri.
Rencana Bisnis dan Capex 2026
Menatap tahun 2026, perusahaan telah menyiapkan beberapa strategi utama:
- Sumber Dana: Kebutuhan modal kerja dan belanja modal (Capex) tahun 2026 akan bersumber dari kas internal (pendapatan sewa kantor) serta lembaga keuangan.
- Fokus Operasional: Perseroan tetap berfokus pada upaya mempertahankan dan meningkatkan tingkat hunian (okupansi) penyewaan ruang kantor.
- Ekspansi: ROCK berencana melanjutkan ekspansi pada proyek-proyek yang berlokasi di Jakarta dan Bali.
Update Proyek International Exchange House dan Azerai
Banyak investor menantikan perkembangan dua proyek besar ini. Manajemen menjelaskan bahwa:
- Progres Fisik: Pekerjaan bawah tanah sebagai persiapan konstruksi telah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
- Strategi Lanjutan: Saat ini, perusahaan masih terus melakukan evaluasi dan kajian bertahap terhadap potensi pasar.
- Sikap Kehati-hatian: Mengingat dinamika ekonomi dan perubahan industri properti, manajemen memilih bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya.
Tantangan dan Kondisi Pasar
Meski melihat kondisi makroekonomi mulai membaik dibanding tahun lalu, ROCK tetap mewaspadai beberapa kendala seperti perubahan permintaan pasar dan gejolak ekonomi yang tidak menentu. Di sisi lain, persaingan usaha dinilai cukup ketat, namun hingga saat ini tidak ada pergeseran pangsa pasar yang signifikan.Manajemen juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada perkara hukum material yang melibatkan perusahaan maupun direksi dan komisaris yang belum diungkapkan ke publik.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


