ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 18 Agustus 2021: Merdeka

Kemarin Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke-76. Kalau Indonesia adalah manusia maka artinya Indonesia adalah orang yang sudah sangat tua dan sangat mapan. Hidup di dunia selama 76 tahun harusnya sudah bisa membuat Indonesia memiliki segalanya. Namun kenyataan yang terjadi adalah Indonesia masih menjadi negara dengan GDP per kapita di bawah 10.000 dollar. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik. Belum banyak yang merdeka dari kegelapan.

Pada umumnya mereka yang belum merdeka dari kegelapan adalah orang – orang yang tinggal di luar Jawa dan Bali. Ongkos membuat pembangkit listrik di luar Jawa dan Bali jauh lebih mahal dan belum lagi Break Even Point alias balik modalnya sangat lama. Bisa lebih dari dua puluh tahun baru bisa balik modal orang yang bangun pembangkit listrik di luar Jawa Bali sedangkan bunga utang jatuh tempo pinjaman kredit investasi harus dibayar tiap bulan. Bisa jadi investor yang menanamkan modal untuk pembangunan pembangkit listrik di luar Jawa Bali meninggal duluan sebelum modal nya bisa BEP.

Itulah mengapa tidak banyak orang yang ingin berinvestasi di bidang pembangkit listrik di luar Jawa dan Bali. Kalau di daerah Jawa dan Bali, semua orang berlomba – lomba ingin membangun karena lebih cepat bisa BEP. Apalagi kawasan industri di Indonesia mayoritas terkonsentrasi di Jawa. Di tempat – tempat seperti ini demand listrik sangat tinggi. Selain itu sumber bahan baku untuk membangun pembangkit listrik jauh lebih dekat, infrastruktur sekitar untuk logistik ke pembangkit listrik juga lebih dekat sehingga cost untuk membangun pembangkit listrik di daerah Jawa dan Bali jauh lebih murah.

Itulah mengapa saya salut sama investor yang berani membangun pembangkit listrik IPP di luar Jawa dan Bali. Untuk membawa bahan baku saja harus melewati gunung dan lembah. Tidak tahu kapan bisa BEP-nya, dikejar – kejar kreditor. Tidak tahu kapan bisa merdeka

Beberapa bisnis ada yang lebih lempeng jalan hidupnya ketimbang bisnis pembangkit listrik. Seperti bisnis jualan makanan dan minuman atau sandang dan papan. Setiap hari manusia makan dan minum, pakai baju dan tinggal di rumah jadi demand selalu ada. Bahan baku mudah ditemukan dan ongkosnya jauh lebih murah. Lebih mudah dapat untungnya selama harga jual lebih besar dari ongkos bahan baku dan tenaga kerja. Kalau ongkos bahan baku dan tenaga kerja harganya 1000 rupiah per produk maka sebaiknya jualnya ke konsumen adalah minimal 10.000 per produk agar bisa cepat jadi orang terkaya di dunia seperti Bernard Arnault. Dia jadi orang terkaya di dunia mengalahkan Bezos dan Musk. Nampaknya jualan barang branded sekarang makin ngetrend selama ada Instagram dan Tik Tok. Semua orang tiba – tiba ingin punya tas Louis Vuitton untuk bisa dijadikan konten Tiktok. Bahkan ada pemda yang juga ingin punya pakaian Louis Vuitton. The winner dari trend kemewahan masa kini adalah Bernard Arnault.

Tapi saya lihat memang saham barang – barang mewah selama pandemi justru terus meroket. Saham LMVH dan anak – anaknya seperti Hermes dan Dior serta Ferarri labanya juga meroket. Margin laba mereka di Q2 2021 lumayan tebal. Laba LMVH di Q2 2021 adalah 2,64 milyar Euro atau sekitar 44 Triliun rupiah. Dengan kas on hand sekitar 7,2 milyar Euro atau sekitar 121 Triliun rupiah. Tidak ada perusahaan di bursa Indonesia yang bisa mendekati LMVH. Pemilik cadangan kas terbesar di IHSG saat ini adalah ASII dengan cadangan kas 58 Triliun sedangkan labanya hanya 8 Triliun. Jauh tertinggal dari LMVH yang sudah merdeka.

Perusahaan di Indonesia memang belum banyak yang bisa bersaing dengan perusahaan global tapi saya tetap percaya suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara yang maju juga. Merdeka.

Skydrugz Bot Radar
  • Hari ini hanya 29 saham yang masuk ke Skydrugz Radar. Sangat sedikit. Banyak yang sudah merdeka dan Bullish seperti ASII.
  • Yang paling undervalued secara S Value adalah LINK lalu diikuti oleh BULL PNLF WIIM dan SILO. Tapi saya skip saja BULL karena profil balance sheet perusahaan ini tidak sesuai dengan risk profile saya.
  • Saham Gojek dan Grab related satu per satu mulai berjatuhan. Bahkan saham seperti MPPA dan EMTK kini sudah masuk radar. Tapi saya belum tertarik untuk untuk membeli keduanya. Harusnya sih laba Q3 2021 EMTK nanti bagus setelah BUKA Listing. Apalagi kalau mereka pakai metode pencatatan aset keuangan dengan menggunakan FVTPL. Kalau pakai metode pencatatan FVOCI atau Ekuitas, bakalan berat karena BUKA masih merugi.
  • Saham dengan market cap paling kecil yang masuk radar kali ini adalah WIIM dengan market cap 1 Triliun padahal Omzet nya 1,2 Triliun. Lalu ada DILD WMUU GJTL BCAP
  • GJTL market cap 2,6 Triliun sedangkan Omzet hingga Q2 2021 adalah 7,3 Triliun. Sayangnya PER 13
  • Semahal-mahalnya saham teknologi di Indonesia, masih jauh lebih overvalued INAF. PER INAF annualized adalah 3678 atau sama artinya butuh waktu 3000 tahun untuk bisa BEP dengan tingkat laba yang sekarang. Sedangkan EMTK yang teknologi PER nya hanya 245. Dengan tingkat laba yang sekarang, EMTK lebih murah ketimbang INAF. Sementara itu TCPI yang juga masuk radar PER nya 390.
  • UNVR yang sepanjang tahun 2021 ini masuk terus radar sekarang memiliki market capital 158 Triliun PER 25,9. S Value 19. Bisa – bisa UNVR akan diskon terus sampai PER 10. Posisi saya di sini makin nyangkut. Kelamaan average down bisa-bisa saya jadi komisaris di sinišŸ™ˆšŸ™ˆšŸ™ˆ
  • HMSP dan GGRM juga makin dalam tenggelam.
  • Saham Rumah Sakit SILO dan MIKA kompak terkena dump juga. Mungkin karena efek harga PCR turun akhirnya diskon barengan KAEF dan INAF. KAEF PBV 1,83. Yang mau average down bisa coba.

Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisaĀ pesan di siniĀ dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisaĀ ke link iniĀ atau dengan Buka rekening saham di Sucor SekuritasĀ di siniĀ dengan menggunakan referalĀ TIRA2.Ā Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar diĀ sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan diĀ Youtube Channel Pintar SahamĀ dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihatĀ Facebook Fan Page Pintar Saham IndonesiaĀ danĀ Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.Ā Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply