Sunday, April 19, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeUncategorizedSkydrugz Corner: Thesis Pengaruh Investor Asing Terhadap Pergerakan Harga Saham: Apakah Investor...

Skydrugz Corner: Thesis Pengaruh Investor Asing Terhadap Pergerakan Harga Saham: Apakah Investor Asing Adalah Investor Yang Rasional?

Skydrugz Corner: Thesis Pengaruh Investor Asing Terhadap Pergerakan Harga Saham: Apakah Investor Asing Adalah Investor Yang Rasional?

Di postingan sebelumnya saya menyampaikan thesis bahwa investor ritel adalah beban di sebuah saham.
https://cutt.ly/C0EQFQ6

Saya tidak pernah mengatakan bahwa thesis tersebut adalah kebenaran yang mutlak karena sampel yang saya gunakan masih sedikit. Setidaknya dibutuhkan sampel >500 saham untuk bisa membuktikan Thesis tersebut. Tapi saya tidak punya waktu untuk tes thesis tersebut pada 800 emiten yang listing di IHSG.

Di postingan kali ini saya mengajukan thesis baru bahwa investor asing adalah investor yang rasional. Thesis ini sebenarnya sudah sering dibahas oleh @ArghaJkarokaro.

Saya tidak ada afiliasi dengan Pak Argha tapi saya terus terang penasaran dengan Thesis Investor Asing yang selalu didengungkan oleh Pak Argha.

Sejujurnya dulu saya tidak percaya dengan Thesis bahwa investor asing itu punya pengaruh pada pergerakan harga saham tapi setelah saya melihat beberapa fakta di beberapa saham, saya jadi mempertimbangkan lagi thesis ini.

Sekali lagi, thesis ini bukan lah kebenaran mutlak. Market terlalu luas dan besar sehingga mustahil satu thesis fit all stocks.

Thesis ini tetap diawali oleh fundamental.

Investor asing adalah investor yang rasional sehingga mereka akan mengoleksi saham yang punya potensi growth dan mencetak lebih banyak laba di masa depan.

Dan mereka benci saham yang gagal Growth dan dianggap tidak punya potensi di masa depan.

Tapi mereka fleksibel, ketika saham yang sudah mereka buang kembali menunjukkan pertumbuhan laba, mereka kembali serok.

Pada case ini saya menggunakan case GGRM HMSP ACES UNVR.

Ketiganya terus – menerus di dump oleh investor asing dalam 3 tahun terakhir.
Sejalan dengan trend laba mereka yang menurun dalam 3 tahun terakhir.

Sedangkan saham yang kembali diserok investor asing contohnya adalah saham coal. Di 2019-2020, saham coal di dump oleh investor asing. Tapi di 2021-2022, mereka serok kembali karena kondisi global mendukung investasi Coal seperti yang kita lihat di saham PTBA ITMG. Dan juga terbukti dari laba perusahaan coal yang naik dalam 3 tahun terakhir.

Lalu mengapa Investor Asing berkelakuan seperti itu?

Ada beberapa asumsi yang saya ajukan. Saja sebut sebagai asumsi karena saya bukan investor asing, saya tidak tahu isi pikiran mereka. Jadi untuk membangun Thesis ini, yang bisa saya lakukan hanya berasumsi.

Asumsi pertama, investor asing memiliki tim riset saham yang melakukan proyeksi laba dan risiko yang akan dialami oleh perusahaan. Mereka bisa menggunakan jasa riset McKinsey, PwC, hingga Bain untuk mencapai tujuan tersebut.

Tim riset mereka akan memberikan rekomendasi saham mana yang sejalan dengan megatrend untuk dihold sedangkan yang sudah out of favor dijual.

Asumsi kedua, investor asing memiliki set rules tersendiri ketika beli saham.
Saya ambil contoh investor seperti Vanguard memiliki methodology sendiri ketika memilih saham. Salah satunya adalah saham yang masuk index FTSE atau MSCI. Ketika saham exit dari index FTSE dan MSCI maka otomatis saham harus dijual.
https://cutt.ly/g0Rw0Vx

Sedangkan saham yang bisa masuk Index FTSE dan MSCI juga memiliki set rules dan methodology tersendiri tapi market capital masuk dalam perhitungan juga.
https://cutt.ly/o0Re1JB

Ketika sebuah saham harganya anjlok yang berakibat pada turunnya market capital maka otomatis saham tersebut langsung exit dari index.

Beberapa fund manager asing hanya mau beli saham dengan market capital di atas 1 miliar dollar atau sekitar 15 Triliun rupiah. Ada juga yang mensyaratkan Market Capital minimal 10 miliar dollar atau market capital >150 Triliun. Karena mereka menganggap bahwa saham dengan market capital besar akan memiliki cukup banyak investor untuk menjadi exit liquidity mereka ketika terjadi redemption dari nasabah.

Saham seperti ACES saat ini market capital sisa 6,83 Triliun rupiah. Sudah tidak masuk kategori untuk index FTSE dan MSCI. Wajar saja kalau investor asing banyak yang Dump.
https://cutt.ly/P0RtIUS

Karena set rules yang rigid ini maka beberapa kali pula investor asing dikadalin oleh bandar lokal terutama waktu zaman bandar Jiwasraya dan Asabri merajalela. Saham fundamental jelek digoreng dan diangkat harganya hingga mencapai likuiditas tertentu dan market capital tertentu sehingga masuk set rules index investor asing. Dan akhirnya investor asing beli dan nyangkut forever.

Kita bisa lihat sisa – sisa kenaifan investor asing di index MSCI Blackrock EIDO dimana mereka pernah beli saham gorengan seperti SUGI, RIMO, IIKP, TRAM, SIAP, INVS, POOL, MYRX yang kena kasus Jiwasraya dan Asabri.
https://cutt.ly/V0RyBFf
https://cutt.ly/80RoWuu

Jadi kalau fund manager yang pakai set rules rigid market capital dalam metodologi pemilihan saham maka sangat rentan dikadalin bandar lokal.

Berbeda dengan Fund manager yang menggunakan set rules overweight fundamental dalam pemilihan saham maka risiko terjebak dalam saham gorengan bisa diminimalisir.

Kesimpulan: fund manager asing memiliki metodologi tersendiri ketika mereka memilih saham. Kita bisa mencontoh metodologi tersebut, bisa juga kita abaikan dengan memilih metodologi sendiri. Pada akhirnya adalah pertumbuhan Portofolio dalam jangka panjang yang menjadi patokan utama keberhasilan seorang investor.

Pertumbuhan porto dalam setahun dua tahun bukanlah patokan pertumbuhan porto jangka panjang. Bisa kita lihat bagaimana nasib Fund manager asing Cathie Wood. Dianggap jenius di 2020-2021 karena semua saham yang dipegang terbang, lalu begitu era cheap money berakhir. Semua portonya anjlok.

Cathie Wood gagal beradaptasi dengan perubahan regime The Fed.
https://cutt.ly/P0RiGGU

Jadi tak selamanya investor asing itu pintar. Mereka juga manusia biasa, sama seperti kita, investor ritel. Mereka juga bisa nyangkut, bisa cutloss dan bisa juga dikadalin bandar lokal.

Disclaimer:
https://cutt.ly/mBMgSj6

https://stockbit.com/post/10380534

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments