ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: LK H1 2021 DOID Part 1 – Limited Review

Skydrugz Corner: LK H1 2021 DOID Part 1 – Limited Review

DOID atau PT Delta Dunia Tbk adalah salah satu emiten favorite saya. Mengapa favorite? Karena DOID merupakan salah satu contoh perusahaan yang diakusisi via metode Leverage Buyout. Jarang ada metode akuisisi perusahaan seperti ini di Indonesia. Kalau melihat metode transaksi Northstar Tambang Persada (NTP) waktu akuisisi DOID, prosesnya njilimet. Kita bisa belajar banyak hal baru dari proses akuisisi DOID oleh NTP. Karena itu itulah DOID menjadi favorite saya, untuk belajar.

Sayangnya DOID telat rilis laporan keuangan H1 2021. Itu yang membuat saya harus let it go sama saham ini. Dan akhirnya saya memilih menjadi pengabadi BUMN di PTBA.

Saya hanya akan highlight beberapa hal yang menurut saya menarik dari LK H1 2021 DOID

Limited Review

Hal yang menurut saya menarik pertama adalah LK H1 2021 DOID di limited review oleh KAP Mazars Aria Kanaka dan Rekan.

Perusahaan yang lagi merugi melakukan limited review H1 2021 biasanya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Entah buat aksi korporasi seperti nambah utang lagi atau untuk persiapan merger dan akuisisi.

Saya lihat DOID baru saja menerbitkan utang baru. Mungkin saja limited review dilakukan untuk itu. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada aksi merger dan akuisisi di masa depan.

Yang biasanya saya lihat melakukan limited review adalah perusahaan yang mencetak laba seperti ADRO PTBA ITMG itu mereka sering melakukan limited review.

DOID juga pernah melakukan limited review di masa lalu untuk LK non full year yakni di 2020 dan 2016. Dan kali ini di 2021. Di luar periode tersebut DOID tidak pernah lagi melakukan limited review.

Di 2020 malah dilakukan sampai 2 kali limited review plus 1 kali full audited. Dan di 2020 tersebut juga beredar kabar kencang kalau Northstar mau exit dari DOID.

Dan ternyata di Januari 2021 dari keterbukaan informasi ditemukan bahwa NTP pemegang saham mayoritas DOID, mengalami perubahan.

Ashish Gupta dan Ronald Sutardja berpotensi menguasai 37,9 persen porsi kepemilikan saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (IDX: DOID).

Pasalnya, kedua direksi anak usaha DOID itu akan menyerap penerbitan obligasi konversi atau Convertible Note yang akan diterbitan oleh Northstar Tambang Persada.

Lebih jelasnya, Northstar Tambang Persada selaku pemegang 37,86 persen DOID telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan cangkang yang dikendalikan kedua direksi anak usaha perseroan, yakni Souls Humanity Pte Ltd pada tanggal 1 Januari 2021 tentang penyerapan obligasi konversi itu.

Di samping itu, perseroan memahami pemegang saham kelas A dan kelas B induk usaha telah menandatangani perjanjian dengan Souls Humanity Pte Ltd.

Dalam perjanjian itu terdapat dua pilihan, beli kepada Souls Humanity atau jual yang sesuai harga pelaksanaan kepada masing masing pemilik saham kelas A dan B induk usaha DOID itu.

Patut dicatat, harga pelaksanaan pilihan jual dan beli itu mengacu pada harga nilai saham perseroan yang diperdagangan kepada publik.

Dampaknya, jika pilihan itu dilaksanakan maka Souls Humanity Pte Ltd akan menguasai 37,9 persen Northstar Tambang Persada.

Jadi pemegang saham NTP terdiri dari Northstar Equity Partners, TPG, GIC dan CIC. Northstar Equity Partners tetap memegang hak suara dan pengendalian atas Northstar Tambang Persada. Dengan masuknya SHL maka makin banyak penghuni NTP.

Kata kunci dari perjanjian tersebut adalah transaksi Soul Humanity dan pemegang saham lain di NTP akan sangat dipengaruhi oleh harga saham DOID di market.

Mirip EXCL?

Kalau membaca hal tersebut saya jadi teringat dengan struktur perjanjian jual beli saham antara EXCL dan Tiga Investment yang kebetulan tokoh di belakang Tiga Investment adalah Ashish Gupta juga.

Setelah membaca perjanjian transaksi antara Tiga Investment dengan EXCL, saya baru ngeh dengan adanya kemungkinan pola perjanjian yang sama pada DOID.

Bisa jadi SHL memiliki call option juga seperti EXCL. Di EXCL, call option tersebut hangus jika harga saham EXCL naik di atas 3300 selama periode 1 Januari 2022 – Juni 2022. Sedangkan jika harga EXCL anjlok di bawah 2300 pada periode Maret 2022 atau Juni 2022 maka EXCL wajib buyback saham dari Tiga Investment.

Melihat struktur perjanjian tersebut maka saya rasa itu berkaitan erat dengan FVTPL Tiga Investment karena periode hak opsi terjadi di Maret 2022 dan Juni 2022. Tepat tanggal tutup buku Laporan Keuangan.

Yang jadi masalah adalah perjanjian antara SHL dan Northstar bukan lah informasi publik seperti yang kita lihat pada transaksi jual beli EXCL dengan Tiga Investment. Sehingga kita tidak bisa tahu persis bagaimana struktur transaksi antara SHL dengan NTP. Kita hanya bisa berspekulasi.

Untuk sementara itu saja dulu yang bisa saya bahas mengenai LK H1 DOID 2021.

Tunggu kelanjutannya di postingan selanjutnya.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply