Jakarta, Kontan – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengumumkan rencana aksi korporasi besar-besaran untuk memperbaiki kondisi keuangannya yang kritis. Maskapai penerbangan pelat merah ini akan menggelar Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang menargetkan perbaikan ekuitas dan likuiditas perusahaan.
Aksi korporasi ini dilakukan karena Garuda masih menghadapi tantangan berat pasca-restrukturisasi tahun 2022. Hingga 30 Juni 2025, perusahaan masih mencatatkan ekuitas negatif sebesar USD 1,49 miliar, yang berisiko pada potensi delisting dari bursa.
PT Danantara Asset Management (DAM), sebagai pemegang saham utama, akan menjadi satu-satunya pemodal dalam transaksi ini. Langkah penyelamatan ini akan dilakukan melalui dua cara:
- Setoran Tunai: DAM akan menyuntikkan dana tunai sebanyak-banyaknya USD 1,44 miliar.
- Konversi Utang: Pinjaman pemegang saham yang sebelumnya telah diberikan DAM kepada Garuda sebesar USD 405 juta akan dikonversi menjadi saham baru.
Harga pelaksanaan untuk saham baru ini telah ditetapkan sebesar Rp 75,- per lembar saham berdasarkan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen.
Untuk Apa Dana Segar Tersebut?
Manajemen Garuda telah merinci alokasi penggunaan dana dari aksi korporasi ini, yang seluruhnya ditujukan untuk mendukung keberlangsungan usaha perseroan dan anak usahanya, Citilink. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- 37% untuk peningkatan modal di Citilink guna membiayai modal kerja, termasuk perawatan dan perbaikan pesawat.
- 29% untuk modal kerja dan operasional Garuda, terutama untuk biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
- 22% akan digunakan untuk rencana ekspansi armada pesawat Garuda dan Citilink.
- 12% untuk peningkatan modal di Citilink yang akan digunakan membayar utang bahan bakar kepada Pertamina dari periode 2019-2021.
Dampak Signifikan pada Keuangan dan Pemegang Saham
Aksi korporasi ini diproyeksikan akan memberikan dampak transformatif pada laporan keuangan Garuda:
| Rasio Keuangan | Sebelum Transaksi (30 Juni 2025) | Proyeksi Setelah Transaksi | |
| Total Ekuitas | (USD 1,49 miliar) | USD 349,9 juta | |
| Rasio Lancar | 0,44x | 1,53x | |
| Utang terhadap Aset | 123% | 96% | |
| Rasio Utang terhadap Ekuitas | (5,35x) | 21,74x |
Ekspor ke Spreadsheet
Meskipun memperbaiki neraca perusahaan secara drastis, investor publik harus bersiap menghadapi dampak dilusi yang sangat signifikan. Kepemilikan saham publik diperkirakan akan anjlok dari 27,46% menjadi hanya 5,03% setelah private placement ini selesai. Sebaliknya, porsi kepemilikan DAM akan melonjak dari 64,54% menjadi 93,50%.
Jadwal Penting yang Perlu Diperhatikan
Seluruh rencana ini membutuhkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
- Tanggal RUPSLB: 12 November 2025
- Tanggal Pencatatan Saham Baru di BEI: 25 November 2025
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merekomendasikan agar seluruh pemegang saham menyetujui usulan transaksi ini, karena diyakini sebagai pilihan terbaik untuk keberlangsungan usaha Garuda di masa depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


