Jakarta – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) telah merilis laporan aktivitas eksplorasi untuk periode kuartal ketiga (Q3) tahun 2025, sesuai dengan kewajiban penyampaian informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Laporan yang diterbitkan pada 10 Oktober 2025 ini menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi perusahaan difokuskan pada dua anak usahanya, yaitu PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL).
Sementara itu, beberapa anak perusahaan lainnya tercatat tidak melakukan kegiatan eksplorasi selama periode ini, antara lain PT Kuansing Inti Makmur (KIM), PT Trisula Kencana Sakti (TKS), serta PT Berkat Satria Abadi (BSA) dan PT Wahana Rimba Lestari (WRL).
Berikut adalah rincian aktivitas eksplorasi yang perlu diketahui investor:
PT Borneo Indobara (BIB) Tetap Jadi Motor Eksplorasi
PT Borneo Indobara (BIB) menjadi yang paling aktif dalam melakukan kegiatan eksplorasi di Q3 2025. Aktivitas utamanya terbagi menjadi dua jenis:
- Pengeboran Eksplorasi Pra-produksi: Bertujuan untuk melengkapi data model geologi dan kualitas batu bara di area Girimulya Utara.
- Pengeboran Geoteknik: Dilakukan untuk menguji daya dukung tanah di area tambang dan disposal di wilayah Girimulya Selatan, Kusan Atas, Kusan Bawah, dan Sebamban Bawah.
Selama periode Q3 2025, BIB telah menyelesaikan:
- 19 lubang eksplorasi dengan total kedalaman 2.911 meter.
- 19 lubang geoteknik dengan total kedalaman 673 meter.
Dari sisi biaya, realisasi biaya pengeboran BIB hingga Q3 2025 mencapai Rp 26,3 miliar dari total anggaran sebesar Rp 35,85 miliar.
Aktivitas Terukur di PT Barasentosa Lestari (BSL)
PT Barasentosa Lestari (BSL) juga melakukan kegiatan pengeboran eksplorasi yang difokuskan di area Blok Belani Utara. Pengeboran ini bertujuan untuk mendapatkan sampel guna analisis kualitas batu bara.
Pengeboran dilakukan di area dengan kondisi geologi yang kompleks, ditandai oleh adanya patahan dan perubahan kemiringan lapisan batuan.
Adapun kemajuan yang dicapai BSL selama Q3 2025 adalah:
- Penyelesaian 3 lubang bor
- Total kedalaman pengeboran mencapai 125,46 meter
Biaya eksplorasi yang direalisasikan oleh BSL hingga periode ini adalah sebesar Rp 624,74 juta dari anggaran yang direncanakan sebesar Rp 780,76 juta.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


