Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT ERA GRAHAREALTY Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 52,29 miliar, mengalami kenaikan 7,87% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 48,48 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun tipis 0,63% menjadi Rp 26,78 miliar, terutama dipengaruhi oleh sedikit penurunan pada kas dan setara kas.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 25,51 miliar, naik 18,52%, didorong oleh kenaikan signifikan pada pos Goodwill sebagai hasil dari akuisisi entitas anak.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 13,44 miliar, naik 24,03% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 5,26 miliar, meningkat 25,49%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada utang lain-lain.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 8,18 miliar, dengan kenaikan 23,11%, didorong oleh peningkatan liabilitas imbalan pasca kerja.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 38,86 miliar, naik 3,22% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan signifikan pada kepentingan non-pengendali pasca-akuisisi, meskipun ekuitas induk sedikit terkoreksi.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 40,54 miliar, naik 31,52% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 30,82 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan komisi yang melonjak dari Rp 20,07 miliar menjadi Rp 30,52 miliar.
Laba Bersih
Perusahaan masih mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 457,35 juta. Namun, angka ini menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan, dimana kerugian berhasil ditekan (menurun) 56,10% YoY dari rugi bersih Rp 1,04 miliar pada Q3 2024. Perbaikan ini disebabkan oleh pertumbuhan laba kotor dan menyempitnya rugi operasi perusahaan.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp (0,48), mencerminkan perbaikan 56,36% YoY dibandingkan EPS pada Q3 2024 sebesar Rp (1,10), sejalan dengan pemulihan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 5,09x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 4,83x, mengindikasikan likuiditas yang juga sangat sehat.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 49,57%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang solid dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -1,13%, mencerminkan bahwa perusahaan masih sedikit merugi meskipun pendapatan tumbuh kuat.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -1,21% (disetahunkan), menilai pemanfaatan aset masih belum menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -1,75% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham masih negatif.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,35x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 346 per 27 Oktober 2025, PER tercatat negatif (N/A) karena perusahaan masih mencatatkan rugi bersih (EPS disetahunkan -0,64).
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 36,38, PBV perusahaan berada di level 9,51x, mencerminkan valuasi yang sangat premium dan tingginya ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan dan pemulihan profitabilitas perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan IPAC selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan top-line (pendapatan) yang kuat, didorong oleh bisnis intinya di bidang komisi properti. Perusahaan juga berhasil melakukan efisiensi yang signifikan, terbukti dari kerugian bersih yang menyempit drastis dan perbaikan pada level laba operasi.
Dari sisi neraca, perusahaan tetap sehat dengan rasio utang (DER) yang sangat rendah (0,35x) dan likuiditas yang sangat kuat (Current Ratio 5,09x). Namun, investor perlu memperhatikan bahwa perusahaan masih membukukan rugi bersih. Valuasi PBV yang sangat tinggi (9,51x) mengindikasikan bahwa pasar telah mem-faktor-kan ekspektasi pemulihan kinerja di masa depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


