ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Indonesia Battery Corporation (IBC)

IBC

#ANTM #TINS

Indonesia Battery Corporation (IBC) resmi dibentuk pada, Jumat, 26 Maret 2021. IBC merupakan perusahaan holding untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle Battery) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

IBC merupakan perusahaan yang didirikan oleh pemerintah melalui empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan dan energi terdiri dari Holding Industri Pertambangan MIND ID (PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum), PT Antam Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero)

Tahun ini IBC akan melakukan kajian pembentukan joint venture (JV) dengan para partner. Selanjutnya untuk tahun depan hingga tahun 2023 kegiatan penambangan berbagai bahan baku baterai mulai dilakukan sehingga konstruksi pembangunan fasilitas produksi baterai bisa dimulai pada tahun 2024. Untuk itu fokus manajemen saat ini juga tengah mengurus berbagai perizinan agar nanti produksi bisa langsung dilakukan.

Nantinya akan dibentuk joint venture (JV) di setiap rantai nilai industri baterai kendaraan listrik mulai dari tambang nikel, smelter RKEF dan HPAL, pabrik katoda, prekursor, baterai cell, energy storage system (ESS), hingga recycling.

Baterai ini untuk mendapatkan dari hulu sampai hilir butuh proses pembangunan infrastruktur yang cukup besar. Investasi di LG saja US$9,8 miliar, di CATL US$5 miliar

Salah satu pasar baterai kendaraan listrik paling potensial adalah ketika nanti ibu kota negara secara resmi pindah, dimana pemerintah menyiapkan ibu kota baru akan berbasis listrik.

Mitra global IBC dalam proyek industri baterai kendaraan listrik, yakni Konsorsium LG dan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Di Halmahera, CATL itu perlu sekitar 600 megawatt harus energi terbarukan dan daerah situ belum tentu ada pembangkit energi terbarukan. Tapi PLN bilang sudah ada renewable energy certificate [REC].

REC merupakan suatu sertifikat energi baru terbarukan (EBT) yang dikeluarkan oleh PT PLN (Persero) sebagai bukti bahwa konsumen menggunakan listrik yang berasal dari energi hijau dan ramah lingkungan.

https://bit.ly/pintarahamxdigibank

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc

Leave a Reply