Harga 10.275
PER 2,84
PBV 2,05
Bandingkan dengan valuasi saham coal lain seperti
BYAN PBV 19,99 PER 53
DSSA PBV 12 PER 59
Apakah valuasi AADI mahal? Silahkan masing-masing investor menilai sendiri.
Valuasi itu subjektif in the eyes of beholder. Apa yang saya bilang mahal, orang lain mungkin akan anggap murah. Tapi bakso Pak Toto lebih enak dari ceramah Pak Agus, itu fakta objektif karena ceramah tidak bisa dimakan seperti bakso.
Saham di IHSG itu digoreng oleh bandar. Ini juga fakta. Pak Prabowo sudah mengakui ini, Direktur BEI pun sepakat. Keduanya sepakat, bandar selalu menang di pasar saham.
Jadi valuasi sebuah saham itu hanya bisa dibatasi oleh dua faktor yakni imajinasi ambisi bandarnya dan modal bandarnya.
Jika imajinasi ambisi bandarnya liar dan tak terbatas dan tak terbendung oleh batas cakrawala maka harga saham itu bisa terbang menembus langit ketujuh dengan catatan modal bandarnya untuk goreng juga cukup.
Imajinasi ambisi tanpa modal maka itu sama saja dengan investor ritel seperti Pak Toto. Hitung – hitung aja jago, tapi kagak bisa goreng untuk Upgrade skill.
Sedangkan modal gede tanpa imajinasi dan ambisi hasilnya juga tidak gerak. Bisa lihat ada ratusan saham di IHSG yang PSP Nya itu tajir melintir tapi harga sahamnya tidur dan nyungsep. Investor nya miskin bertahun – tahun karena harga saham nyungsep dan malah tidak bagi dividen juga padahal modal gede, itu karena PSP nya tidak punya ambisi imajinasi. Modal memang gede tapi PSP bandar malas pusing ya, zonk juga. Ini bukan bermaksud menyinggung investor GGRM dan UNVR ya. Kalau kebetulan case nya sama, mungkin itu hanya deja vu.
Jadi kombinasi ambisi imajinasi dan modal itu penting untuk goreng saham. Jika ambisi dan modal bandar tidak terbatas maka bisa Rally bertahun-tahun saham tersebut.


