- Pada Q1 2025, SULI membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih berkat tambahan modal kerja di akhir 2024 dan target produksi stabil di 4.000 m³ per bulan.
- Target pendapatan mencapai USD 3,5 juta per bulan dengan EBITDA sekitar 15%, sembari terus memantau risiko global seperti perang tarif AS dan volatilitas ekonomi.
- Industri kayu menjadi penyumbang utama pendapatan, sementara bisnis pembangkit listrik tidak beroperasi karena kontrak PLN tidak diperpanjang.
- Perubahan izin pengelolaan hutan membuka peluang diversifikasi ke jasa lingkungan dan hasil hutan non-kayu.
- Sekitar 90% produksi ditargetkan untuk ekspor dengan rencana ekspansi ke pasar baru sepanjang 2025.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


