- Perseroan menargetkan EBITDA positif sebesar Rp 8 miliar di semester I 2025, namun laba bersih masih negatif karena dampak pembukuan beban keuangan pasca PKPU.
- Target revenue naik 50% didukung oleh efisiensi fasilitas produksi, program pangan pemerintah, dan hilirisasi pasar untuk pemangkasan rantai distribusi.
- Strategi ekspansi lebih fokus pada peningkatan perputaran operasional dan pemanfaatan aset produktif ketimbang pembelian aset baru.
- WMUU belum melakukan belanja modal (Capex) di 2025, karena fokus utama adalah efisiensi internal dan belum ada kebutuhan mendesak untuk ekspansi fisik.
- Dukungan pemerintah menjadi kunci, terutama dalam program cadangan protein nasional yang berpotensi memberi pendapatan langsung dari produk karkas dan telur.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


