1. Perseroan menargetkan EBITDA positif sebesar Rp 8 miliar di semester I 2025, namun laba bersih masih negatif karena dampak pembukuan beban keuangan pasca PKPU.
2. Target revenue naik 50% didukung oleh efisiensi fasilitas produksi, program pangan pemerintah, dan hilirisasi pasar untuk pemangkasan rantai distribusi.
3. Strategi ekspansi lebih fokus pada peningkatan perputaran operasional dan pemanfaatan aset produktif ketimbang pembelian aset baru.
4. WMUU belum melakukan belanja modal (Capex) di 2025, karena fokus utama adalah efisiensi internal dan belum ada kebutuhan mendesak untuk ekspansi fisik.
5. Dukungan pemerintah menjadi kunci, terutama dalam program cadangan protein nasional yang berpotensi memberi pendapatan langsung dari produk karkas dan telur.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!
📈 https://bit.ly/pintarsahamid


