Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomePengumuman EmitenStrategi Cicil Saham BBRI

Strategi Cicil Saham BBRI

Bagi alumni investor BBRI zaman nyungsep Maret – Juni 2024, mungkin sudah kenal dan biasa dengan rasa mual muntah akibat anjloknya saham BBRI. Tapi bagi investor yang baru nyangkut BBRI beberapa hari terakhir, mungkin sekarang dalam situasi bingung harus ngapain.

Investor itu selalu punya 3 pilihan ketika nyangkut :
1. Cutloss and move on
2. Keep hold sampai nanti hijau lagi atau saham bagi dividen
3. Average down terus sampai jadi komisaris perusahaan

Pilihan pertama, sudah jelas. Tidak perlu dibahas lagi. Kalau ada pilihan scalping di tempat lain, mengapa harus habiskan waktu di saham nyangkut.

Pilihan kedua, pasrah saja. Sudah jelas, tidak perlu dibahas lagi. Biasanya ini terjadi kalau sudah terlanjur all ini pakai semua duit tabungan dan duit nikah dan duit pensiun. Mau cutloss, tidak rela dan tidak tega. Mau tambah posisi, duit sudah habis. Terpaksa hold aja. Ikhlaskan. Sambil belajar Upgrade skill

Pilihan ketiga, ini cocok buat investor selot selot yang siap fight dan siap merebut aset BUMN dari tangan aseng. Mereka cicil terus selot selot BBRI dengan harapan nanti bisa jadi komisaris BUMN. Jadi komisaris jalur selot selot. Sebenarnya ada jalur lain yang lebih cepat untuk jadi komisaris BUMN, tapi tidak perlu bahas di sini. Takutnya ada yang tiba-tiba pengen nebeng jet pribadi di sini. Pak Toto tidak punya jet pribadi.

Jika ingin cicil selot selot BBRI maka ada beberapa hal yang perlu dilihat :
1. Apakah BBRI cetak laba? Jawabannya Yes
2. Apakah BBRI bagi dividen? Jawabannya Yes
3. Apakah valuasi BBRI murah secara historis PBV? Jawabannya Yes
4. Apakah laba BBRI di Agustus 2024 masih naik? Jawabannya Yes
5. Apakah ada korupsi gede di BBRI seperti pada kasus Was was kita, TINS, TLKM dan ANTM?

Dari 5 pertanyaan, terdapat 4 jawaban Yes dan 1 tanda tanya ? artinya BBRI Bisa dicicil selot selot.

Setelah itu cek historis puncak dan lembah BBRI di 2024.

Berdasarkan chart saham BBRI kita bisa lihat beberapa hal yakni :
1. Harga Tertinggi dan Terendah
– Harga tertinggi: 6,400.
– Harga terendah: 4,090.
2. Tanggal Harga Puncak dan Lembah
– Harga puncak (6,400): 13 Maret 2024.
– Harga lembah (4,090): 19 Juni 2024.
3. Durasi Penurunan dari Puncak ke Lembah
– Dari 13 Maret 2024 hingga 19 Juni 2024, dibutuhkan 98 hari (56 bars) untuk turun dari harga tertinggi 6,400 ke harga terendah 4,090 dengan penurunan sebesar 2,300 poin atau sekitar 35,94%.
4. Durasi Kenaikan dari Lembah ke Puncak
– Dari 19 Juni 2024 hingga 24 September 2024, dibutuhkan 97 hari (68 bars) untuk naik dari harga terendah 4,090 ke harga 5,525 dengan kenaikan sebesar 1,425 poin atau sekitar 34,76%.

Itu artinya terdapat penurunan yang parah dalam waktu sekitar 3 bulan, diikuti dengan Rebound pemulihan yang hampir sama durasinya 3 bulan juga tetapi tidak sepenuhnya mencapai harga tertinggi sebelumnya.

Jika sejarah berulang maka itu artinya investor harus menyiapkan diri untuk cicil selot selot selama 3 bulan. Kalau tidak punya mental cicil selot selot selama minimal 3 bulan maka sebaiknya jangan berpikir untuk beli. Itu pun tidak menjadi jaminan anjloknya hanya akan berlangsung 3 bulan, bisa saja lama seperti HMSP GGRM UNVR yang nyungsep selama 5 tahun dan sampai sekarang belum Rebound juga. Tapi kalau selama laba naik, saya yakin bisa rebound. Jika laba anjlok, baru lah itu masalah. Perlu upgrade skill.

Jika asumsi penurunan 3 bulan saja maka itu artinya sampai Desember harus siap cicil.

Potensi Penurunan Harga
Berdasarkan asumsi jika BBRI anjlok lagi 35% seperti sebelumnya di Maret – Juni 2024 maka :
1. Potensi penurunan harga
– Potensi penurunan harga BBRI dari titik tertinggi terbaru di 5,525 menuju titik terendah di 3,750, dengan penurunan sebesar 1,775 poin atau sekitar 35,21%.
– Ini menunjukkan adanya risiko penurunan yang signifikan dari level saat ini jika tren bearish berlanjut.
2. Durasi potensi penurunan
– Berdasarkan chart, penurunan dari 5,525 ke 3,750 diperkirakan memerlukan waktu sekitar 68 bars atau 96 hari (sekitar 3 bulan).
– Waktu ini memberikan gambaran bahwa penurunan bisa terjadi secara bertahap dan membutuhkan perhatian lebih terhadap volatilitas harga.
3. Analisis jika nyungsep terus
– Jika harga BBRI mencapai titik rendah tersebut, penting untuk memantau apakah terjadi pantulan atau rebound dari level support, atau apakah akan ada kelanjutan penurunan.
– Selama periode penurunan ini, faktor eksternal seperti sentimen pasar, berita terkait kinerja perusahaan, dan kondisi ekonomi makro akan sangat mempengaruhi pergerakan harga.

Potensi penurunan harga BBRI cukup signifikan dalam jangka waktu sekitar 3 bulan. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko, apakah mau keep cicil atau malah cutloss. Keputusan ada di tangan investor.

Strategi Cicil
Untuk strategi cicil saham BBRI dengan modal 100 juta Rupiah yang dibagi menjadi 10 tahap, berikut rincian strategi cicil selot selotnya:

Modal: 100 juta Rupiah.
Harga saat ini: 5,050 Rupiah per lembar.

1. Pembagian modal: Modal dibagi menjadi 10 tahap pembelian, masing-masing sebesar 10 juta Rupiah per tahap.
2. Strategi tahap pembelian:
– Tahap pertama, target harga beli 5,050 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 20 lot.
– Tahap kedua, target harga beli 4,850 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 21 lot.
– Tahap ketiga, target harga beli 4,650 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 21 lot.
– Tahap keempat, target harga beli 4,450 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 22 lot.
– Tahap kelima, target harga beli 4,250 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 23 lot.
– Tahap keenam, target harga beli 4,050 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 24 lot.
– Tahap ketujuh, target harga beli 3,850 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 26 lot.
– Tahap kedelapan, target harga beli 3,650 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 27 lot.
– Tahap kesembilan, target harga beli 3,500 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 28 lot.
– Tahap kesepuluh, target harga beli 3,750 dengan alokasi dana 10 juta Rupiah untuk 26 lot.
3. Total pembelian :
– Total lot: 238 lot.
– Total alokasi dana: 98,75 juta Rupiah (sisa dana 1,25 juta Rupiah untuk biaya transaksi atau kondisi pasar tidak terduga).
4. Rata-rata harga beli setelah semua pembelian dilakukan adalah sekitar 4,250 Rupiah per lembar.

Strategi ini memungkinkan pembelian saham BBRI secara bertahap dalam 10 tahap, sehingga dapat memaksimalkan pembelian di harga yang lebih rendah dan memperoleh harga rata-rata yang optimal. Strategi tambahan yang perlu diperhatikan adalah pemantauan fundamental perusahaan seperti laba naik atau tidak, NPL, dividend yield, dll.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments