Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightSMIL Catat Laba Tinggi, Tapi Tertekan Arus Kas: Apa Penyebabnya?

SMIL Catat Laba Tinggi, Tapi Tertekan Arus Kas: Apa Penyebabnya?

Di tengah hiruk-pikuk sektor manufaktur dan logistik, SMIL menawarkan solusi efisien lewat model bisnis yang unik: rental forklift lengkap dengan operator, servis, dan suku cadang.

Bahkan tersedia unit listrik berbasis lithium yang ramah lingkungan. Pelanggan tinggal bayar bulanan, SMIL yang urus semua. Model seperti ini berarti satu hal: pendapatan berulang (recurring), margin tebal, dan risiko operasional minim.

SMIL mencatat revenue Rp100,4 miliar (+3% YoY) dan laba usaha melonjak 18% menjadi Rp34,3 miliar. Net profit tetap solid di Rp27,1 miliar dengan NPM tinggi 27%. Gross margin juga stabil di 41,8%, bukti efisiensi operasional tetap terjaga.

Namun, arus kas operasi (CFO) justru anjlok ke Rp4,1 miliar. Dengan laba bersih Rp27,1 miliar, berarti rasio CFO/laba hanya 0,15×. Sebagian besar kas habis untuk membayar vendor (utang usaha ditekan -75%) dan ekspansi belanja forklift baru (capex Rp30,5 miliar + uang muka Rp8,3 miliar).

Untuk membiayai belanja forklift, SMIL ambil utang bank jangka pendek Rp25 miliar. Artinya, aset yang dipakai 8 tahun dibiayai utang 1 tahun — risiko tenor mismatch yang bisa jadi masalah besar jika bank tidak memperpanjang fasilitas atau suku bunga naik.

Beban bunga pun ikut naik drastis: +221% jadi Rp7,88 miliar. Efek domino mulai terlihat: kas turun, utang naik, bunga membengkak → margin bisa tergerus kalau tak segera dikendalikan.

Klien utama SMIL termasuk Indah Kiat (INKP – 24,8%), Oki Pulp (TKIM – 6,6%), Pindo Deli, dan lainnya. 8 klien besar menyumbang >50% pendapatan. Ini bukti kepercayaan pasar industri besar, tapi juga menimbulkan risiko konsentrasi jika kontrak tidak diperpanjang.

Dengan harga Rp258 per lembar, valuasi SMIL:

  • PER: 20,8×
  • PBV: 3,0×
  • EV/EBITDA: 9,6×
  • P/CFO: 138×
  • FCF: negatif Rp25,3 miliar

Waran Seri I yang beredar hampir tidak dikonversi, artinya pasar belum yakin harga akan naik dalam waktu dekat.

Rasio DER 0,45×, jauh dari covenant obligasi (2,5×). Kas dan deposito mencapai Rp257 miliar. Obligasi Rp300 miliar dijamin CGIF, suku bunga kompetitif 7,35%–7,80%.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments