ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 18 November 2021: Restrukturisasi CPRO dan BUMI

Beberapa perusahaan sudah mulai melakukan restrukturisasi terhadap utang jangka panjang mereka. Yang paling fenomenal adalah CPRO. Mereka berhasil menghapuskan lebih dari 50% utang mereka. Bayangkan saja di 2017, utang berbunga mereka tembus 6,6 Triliun dan saldo laba minus 8,1 Triliun. Dan setelah restrukturisasi panjang, akhirnya di Q3 2021 utang berbunga mereka tersisa 2,6 Triliun rupiah saja dan saldo laba minusnya sisa 4,2 Triliun rupiah. Jadi terlihat jelas effort manajemen untuk menyehatkan perusahaan.

Hal yang membuat perusahaan lebih mudah melakukan restrukturisasi adalah arus kas mereka sejak 2017 memang sudah membaik. Bahkan di 2020 arus kas mereka tembus 757 milyar. Dengan arus kas seperti ini, membuat kreditor dan pemegang saham pengendali merasa lebih percaya diri dalam melakukan restrukturisasi. Setelah melakukan penghapusan separuh utang, laporan keuangan CPRO menjadi sangat sehat.

Dan keberhasilan CPRO melakukan restrukturisasi nampaknya akan diikuti oleh BUMI. Dengan harga komoditas yang sedang meroket seperti ini saat ini, manajemen BUMI juga nampaknya percaya diri dengan rencana OWK mereka yang akan dikonversi menjadi saham via private placement. Meskipun manajemen BUMI belum menjelaskan proforma secara lebih rinci jika OWK dilakukan, tapi sejauh ini mereka baru menerima permohonan konversi obligasi menjadi saham dari pemegang Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar US$ 130,51 juta atau sekitar 1,8 Triliun rupiah. Nilai ini masih sangat kecil karena berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2020, potensi konversi dari OWK mencapai US$ 639 juta. Jika semua OWK ini dikonversi menjadi saham maka nilainya mencapai 9,1 Triliun rupiah. Jumlah yang fantastis. Sebagai catatan, jumlah utang berbunga BUMI di Q2 2021 mencapai 26 Triliun rupiah. Jika OWK senilai 9,1 Triliun ditebus semua maka utang berbunga BUMI akan tersisa 17 Triliun rupiah. Well, itu akan menjadi penurunan utang yang sangat besar. Di 2016, utang BUMI malah pernah tembus 71,3 Triliun rupiah. Setelah melalui banyak drama dan banyak penerbitan saham, akhirnya utang BUMI kini tersisa 26 Triliun rupiah. Dan jika OWK berhasil dikonversi semua maka utangnya akan tersisa 17 Triliun saja. Dari utang 71 Triliun di 2016 menjadi tersisa 26 Triliun di Q2 2021, menurut saya itu bisa dianggap sebagai prestasi juga. Tapi banyak pengorbanan yang harus dialami oleh pemegang saham BUMI. Di 2008 saham beredar BUMI hanya sekitar 19 miliar lembar sedangkan di 2021, jumlah saham beredarnya tembus 74 milyar lembar saham. Jumlah lembar sahamnya bagger. Dan akan bertambah lagi menjadi 177 milyar lembar saham jika OWK dilaksanakan.

Yang jadi kendala pelaksanaan OWK BUMI saat ini adalah adanya gap sangat besar antara harga pelaksanaan dengan harga market. Harga pelaksanaan OWK adalah 933 rupiah sedangkan harga BUMI saat ini adalah 67 rupiah. Banyak pemilik OWK yang enggan menebus OWK jika harga market saat ini sangat rendah. Sebagai komponsasinya, BUMI akan menerbitkan lebih banyak lembar saham kepada para pemilik OWK agar nilainya setara dengan pelaksanaan OWK di harga 933 rupiah. Nampaknya bisnis menerbitkan lembar saham jauh lebih profitable untuk manajemen BUMI ketimbang bisnis jualan batubara.

Di masa jayanya di 2008, BUMI pernah mencetak revenue hingga 36 Triliun, membayar pajak penghasilan 5 Triliun dan mencetak laba bersih 4 Triliun rupiah. Waktu itu mereka hanya membayar beban bunga sekitar 439 milyar rupiah. Dan akibat di masa terburuknya di 2015, BUMI mencetak rugi 30 Triliun rupiah yang bersumber dari rugi lain – lain. Di 2014 malah beban bunga BUMI mencapai 10 Triliun rupiah. Sungguh mengejutkan ada perusahaan yang membayar bunga pinjaman tembus 10 Triliun. Kreditor sayang BUMI. Memang suatu keajaiban perusahaan seperti BUMI bisa survive hingga sekarang.. Kalau perusahaan lain, mungkin sudah pailit sejak dulu kala.

Meskipun saya tidak punya saham BUMI, saya berharap agar proses restrukturisasi BUMI berjalan lancar karena karyawan BUMI sangat banyak. Makin sedikit perusahaan yang bangkrut di Indonesia, makin bagus buat perekonomian negara.

Yang terpenting adalah setelah restrukturisasi, apakah CPRO dan BUMI akan mampu terus – menerus mencetak laba? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Time is the best friend for wonderful companies, and the worst enemy for crap companies.

Skydrugz Bot Radar 18 November 2021

Old Project

Skydrugz Project November 2021

New Project Akumulasi November Part 3 2021:

Project Skydrugz November 2021 Part 3

Saham PBV PER PLAN Harga
KBLI 0,52 23,71 Bid 288, 286, 284 290
PTBA 1,41 4.62 Bid 2550, 2500, 2450 2550
KAEF 1,91 116 Bid 2400, 2350 2410

Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini

Saya memutuskan stop akumulasi TOWR dan MIKA karena keduanya sudah melebihi kuota alokasi akumulasi. Sehingga untuk sementara saya fokus hanya untuk melakukan akumulasi pada 3 emiten saja yakni PTBA KBLI dan KAEF.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply