ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 1 September 2021: New Moon Coal Again

Skydrugz Radar 1 September 2021: New Moon Coal Again

Akhirnya hari ini saham idaman saya, PTBA, merilis laporan keuangan Q2 2021. Saya lihat LK Q2 2021 PTBA tidak terlalu buruk. Penjualan naik, laba naik. Sayangnya labanya naik tidak sampai 100%. Tahun lalu harga batubara alias coal 1 September 2020 ada di kisaran 50 dollar. Sedangkan sekarang 1 September 2021 harga coal sudah 172 dollar.

Dari hasil pantauan saya mayoritas saham coal berhasil mencetak laba yang lebih baik di Q2 2021 jika dibandingkan dengan periode Q2 2020. Emiten yang support industri coal pun rata-rata mengalami peningkatan laba. Harga coal di atas 100 dollar mulai menunjukkan efeknya pada laporan keuangan perusahaan coal dan supporting industrynya.

  • BYAN laba 4,9 Triliun laba naik 395%
  • ADRO laba 4,7 Triliun laba naik 45%
  • GEMS laba 2 Triliun laba naik 172%
  • ITMG laba 1,7 Triliun laba naik 300%
  • PTBA laba 1,7 Triliun laba naik 38%
  • INDY laba 174 Milyar laba naik 174%
  • KKGI laba 57 Milyar laba naik 587%
  • SMMT laba 44 milyar laba naik 721%

Kalau melihat jumlah laba, BYAN adakah raja batubara Indonesia dengan laba mencapai 4,9 Triliun dalam jangka waktu 6 bulan saja.  Laba PTBA ternyata mirip dengan laba ITMG. Secara pertumbuhan, PTBA ternyata yang pertumbuhan labanya paling kecil. Itu karena tahun lalu PTBA baik-baik saja. Tahun ini pun mereka tetap baik-baik saja. Penjualan mereka terlindungi di dalam negeri. Jadi efek growth dan turnaround jadi tidak terlihat. Padahal LK mereka sebenarnya tidak terlalu buruk. Menurut saya di Q3 dan Q4 laba semua perusahaan coal akan lebih baik lagi.

Harga coal sudah naik lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir, idealnya laba perusahaan coal juga minimal naik 50%. Bahkan BUMI yang selama ini langganan rugi, akhirnya bisa cetak laba juga di Q2 2021.

Hari ini saya melihat ada crossing saham di ELSA. Jumlah saham di crossing di broker CC atau mansek senilai 1,452 Triliun rupiah atau 30 juta lot di harga 484 rupiah.

Transaksi Nego ELSA 1 September 2021

Melihat jumlah saham sebanyak itu saya jadi berpikir siapa investor ELSA yang memiliki jumlah saham sebanyak itu. Kalau melihat susunan pemegang saham ELSA terakhir kita bisa menemukan bahwa satu-satunya investor yang memiliki jumlahb saham sebanyak itu di ELSA adalah Pertamina. Yang jadi pertanyaan adalah untuk apa Pertamina melakukan crossing di atas harga market saat ini? Harga market sekarang 266, sedangkan crossing dilakukan di 484. Cukup aneh.

Biasanya transaksi crossing dilakukan karena beberapa alasan seperti:

  • Adanya perubahan bentuk saham dari warkat ke scripless
  • Adanya rencana aksi korporasi merger dan akuisisi
  • Adanya transaksi repo
  • Dan lain-lain yang saya juga tidak tahu alasannya

Saya sendiri belum punya informasi mengenai transaksi crossing di ELSA.

Skydrugz Bot Radar
    • Sisa 11 Saham yang masuk Skydrugz Radar. Kemarin ada 16 saham yang masuk radar.
    • LPCK sudah keluar radar. Berarti di Skydrugz Radar hanya 1 hari
    • PPRO sudah keluar radar. Berarti di Skydrugz Radar hanya 1 hari
    • PTBA Radar Hari-4
    • UNVR sudah keluar radar. Padahal harga masih anjlok tapi sudah keluar radar. Itu artinya UNVR di radar selama 14 hari. Kalau mau tambah posisi di UNVR, tunggu nanti masuk radar lagi
    • DOID Radar Hari ke 3
    • POWR Radar Hari ke 2
    • MCOR dan INPC kompak masuk radar hari 1.
    • ASGR radar hari 1
    • Makin sedikit saham yang masuk radar.

    Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

    Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisa pesan di sini dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

    Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

    Disclaimer :

    Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

 

Leave a Reply