PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) mengalokasikan dana capex sebesar Rp200 miliar untuk tahun 2025. Anggaran ini akan digunakan terutama untuk pemeliharaan armada forklift yang menjadi aset utama perusahaan, serta ekspansi bisnis. Menurut Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, jumlah anggaran ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya dan akan memastikan operasional perusahaan tetap optimal.
Selain pemeliharaan, SMIL juga berencana menambah 1.000 unit forklift listrik, baterai lithium, serta melakukan refinancing leasing electric forklift. Langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan industri yang semakin mengutamakan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Forklift listrik semakin diminati karena lebih ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas buang, serta lebih efisien dalam hal perawatan dan biaya operasional.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis, SMIL juga memperkuat pemasaran forklift merek Heli asal Tiongkok. Sejak 2023, perusahaan telah bekerja sama dengan produsen Heli dan pada 2024 resmi menjadi Agen Pemegang Merek (APM) serta distributor tunggal di Indonesia. Tahun lalu, SMIL berhasil menjual 500 unit forklift Heli dan menargetkan pertumbuhan 20% pada 2025 dengan target 600 unit.
Hadi menegaskan bahwa bisnis utama SMIL tetap pada penyewaan forklift, namun kehadiran forklift listrik Heli mendapat respons positif dari berbagai perusahaan besar, termasuk Sinar Mas Group. Dengan fokus pada solusi ramah lingkungan dan efisiensi operasional, SMIL optimistis strategi ini akan memperkuat posisinya di industri forklift dan mendorong pertumbuhan bisnis di tahun-tahun mendatang.
Ingin selangkah lebih maju dalam investasi? 🚀 Jadi Priority Member di PintarSaham dan dapatkan akses eksklusif ke analisis premium, rekomendasi terbaik, serta strategi investasi yang tidak dibagikan ke publik!
Jangan lewatkan kesempatan ini—klik link berikut sekarang dan raih keuntungan lebih maksimal! 👉https://bit.ly/PriorityMemberships


