Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomePengumuman EmitenRALS Investor Asing Terus - Menerus Exit

RALS Investor Asing Terus – Menerus Exit

Dalam 3 tahun terakhir, investor asing di RALS terus – menerus anjlok. Dan ketika investor asing exit dari RALS harga sahamnya makin nyungsep. Ini menandakan investor ritel seperti Pak Toto tidak sanggup goreng saham RALS.

Saham RALS ini benar-benar sejalan dengan hipotesis investor ritel weak hand adalah beban saham.

Rata – rata saham Bluechip di Indonesia memang sangat tergantung pada investor asing. Bisa lihat saham seperti BBRI BMRI ADRO GOTO itu semua bergantung pada belas kasihan investor asing. Investor ritel lokal perlu upgrade skill

Harga saham RALS udah turun parah, dari 780 jadi 374 dalam tiga tahun terakhir, alias anjlok 51.74%. Penurunan ini kemungkinan besar ada hubungannya sama perubahan komposisi investor, baik asing maupun lokal. Investor asing, yang biasanya jadi tulang punggung saham-saham besar, kelihatan terus-menerus keluar dari RALS.

Investor Asing sebenarnya punya peran besar untuk menopang harga saham. Tapi di RALS, mereka malah banyak cabut dalam tiga tahun terakhir.

1. Dana Pensiun & Asuransi aseng turun dari 1.34% (2021) jadi 0.50% (2024), artinya anjlok 0.84% (-62.69%). Ini nunjukin investor besar nggak percaya lagi sama masa depan saham ini.
2. Reksadana juga turun drastis dari 2.79% jadi 1.32%, alias turun 1.47% (-52.69%). Reksadana biasanya investasi jangka panjang, jadi kalau mereka keluar, itu sinyal buruk.
3. Sekuritas turun dari 0.88% jadi 0.41%, turun 0.47% (-53.41%). Keluar dari sekuritas asing juga bikin tekanan jual makin gede.
4. Bank hampir nggak ada yang tersisa, turun dari 0.27% jadi 0.01%, anjlok 0.26% (-96.30%).
5. Perusahaan juga ikut keluar, dari 3.15% jadi 0.24%, turun 2.91% (-92.38%).
6. Lainnya turun dari 8.17% jadi 3.67%, penurunan 4.50% (-55.08%).

Lihat dari data ini aja udah kelihatan jelas, investor asing pelan-pelan keluar, dan ini bikin harga saham nggak punya penopang kuat.

Di sisi lain, investor lokal sebenarnya naik. Tapi sayangnya, kenaikan ini lebih didominasi oleh investor individu, yang biasanya weak hand dalam jaga harga saham.
1. Individu atau ritel lokal naik dari 7.98% (2021) jadi 14.76% (2024), naik 6.78% (+84.96%) . Walaupun ritel makin banyak, ini malah bikin harga saham makin berat karena mereka sering beli-jual cepat. Literally weak hand.
2. Reksadana lokal turun drastis dari 1.34% jadi 0.09%, alias turun 1.25% (-93.28%). Ini sinyal buruk karena reksadana lokal biasanya menopang saham jangka panjang.
3. Dana Pensiun turun dari 0.79% jadi 0.24%, turun 0.55% (-69.62%).
4. Asuransi bahkan hilang sama sekali, dari 0.31% jadi 0.00% (-100%).
5. Perusahaan jadi satu-satunya kabar baik, naik dari 12.71% jadi 18.51%, naik 5.80% (+45.63%). Perusahaan lokal kayaknya masih percaya sama prospek RALS.
6. Lainnya naik tipis dari 0.69% jadi 0.70%, naik 0.01% (+1.45%).

Keluarnya investor asing dan institusi lokal kayak reksadana dan dana pensiun bikin tekanan besar buat harga saham RALS. Meskipun investor individu naik, ini nggak cukup kuat buat stabilin harga saham, karena dominasi ritel sering bikin harga naik-turun nggak jelas. Perusahaan lokal yang masih percaya sama RALS juga nggak cukup buat angkat harga saham. Jadi, wajar aja kalau harga RALS terus tertekan sampai sekarang.

Rincian Komposisi investor asing di RALS
1. Dana Pensiun & Asuransi:
Oktober 2021: 1.34%
Oktober 2024: 0.50%
Penurunan: 0.84% (62.69%)

2. Individu:
Oktober 2021: 0.03%
Oktober 2024: 0.02%
Penurunan: 0.01% (33.33%)

3. Reksadana:
Oktober 2021: 2.79%
Oktober 2024: 1.32%
Penurunan: 1.47% (52.69%)

4. Sekuritas:
Oktober 2021: 0.88%
Oktober 2024: 0.41%
Penurunan: 0.47% (53.41%)

5. Bank:
Oktober 2021: 0.27%
Oktober 2024: 0.01%
Penurunan: 0.26% (96.30%)

6. Perusahaan:
Oktober 2021: 3.15%
Oktober 2024: 0.24%
Penurunan: 2.91% (92.38%)

7. Lainnya:
Oktober 2021: 8.17%
Oktober 2024: 3.67%
Penurunan: 4.50% (55.08%)

Rincian Komposisi Investor Lokal RALS
1. Individu:
Oktober 2021: 7.98%
Oktober 2024: 14.76%
Peningkatan: 6.78% (84.96%)

2. Reksadana:
Oktober 2021: 1.34%
Oktober 2024: 0.09%
Penurunan: 1.25% (93.28%)

3. Dana Pensiun:
Oktober 2021: 0.79%
Oktober 2024: 0.24%
Penurunan: 0.55% (69.62%)

4. Asuransi:
Oktober 2021: 0.31%
Oktober 2024: 0.00%
Penurunan: 0.31% (100%)

5. Perusahaan:
Oktober 2021: 12.71%
Oktober 2024: 18.51%
Peningkatan: 5.80% (45.63%)

6. Lainnya:
Oktober 2021: 0.69%
Oktober 2024: 0.70%
Peningkatan: 0.01% (1.45%)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments