- Target penjualan Rp150 miliar tahun 2025 akan didukung oleh operasional pabrik baru di Kendal yang ditargetkan mulai kuartal IV, selain dari kontribusi ekspor dan pasar domestik.
- Kenaikan penjualan tahun 2024 menjadi Rp104 miliar berasal dari rebound permintaan Australia dan Belanda, serta pemulihan kondisi pasar ekspor utama.
- Perang dagang AS-Belanda tidak berdampak signifikan bagi MAXI karena hanya 10% produk terkena tarif dan kontribusi ke AS hanya 5%, ditambah komoditas utama MAXI bebas tarif.
- CAPEX Rp106 miliar tahun 2025 difokuskan untuk ekspansi pabrik di Kendal; kebutuhan capex pabrik existing relatif kecil dan tidak signifikan.
- MAXI menargetkan margin kotor 30% dan laba bersih positif tahun 2025; strategi distribusi lokal melalui brand MAXI juga diperluas ke berbagai jaringan ritel domestik.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


