Smartfren Telecom (FREN) menutup tahun 2024 dengan kerugian besar mencapai Rp1,29 triliun, meningkat drastis 1.190 persen dibandingkan kerugian Rp108,92 miliar pada akhir 2023. Rugi per saham juga membengkak menjadi minus Rp3,01 dari sebelumnya Rp0,32. Pendapatan usaha mengalami penurunan dari Rp11,65 triliun di 2023 menjadi Rp11,41 triliun, sementara beban usaha naik menjadi Rp11,72 triliun.
Beban operasional meningkat di beberapa sektor, seperti biaya operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi yang naik menjadi Rp4,3 triliun dari Rp3,92 triliun. Beban penjualan dan pemasaran juga meningkat menjadi Rp1,6 triliun. Namun, beban karyawan mengalami penurunan dari Rp881,87 miliar menjadi Rp718,36 miliar. Kerugian usaha mencapai Rp309,34 miliar, berbanding terbalik dengan surplus Rp543,7 miliar pada 2023.
Keuntungan dari utang obligasi dan liabilitas derivatif turun tajam dari Rp750,29 miliar menjadi Rp116,09 miliar. Pendapatan bunga melonjak dari Rp4,57 miliar menjadi Rp33,41 miliar, sementara keuntungan dari investasi naik signifikan. Namun, beban bunga dan keuangan lainnya meningkat menjadi Rp1,31 triliun, serta beban lain-lain membengkak hampir dua kali lipat menjadi Rp977,01 miliar.
Dari sisi keuangan, ekuitas FREN meningkat dari Rp15,67 triliun menjadi Rp21,44 triliun, sementara defisit membengkak menjadi Rp26,33 triliun. Total liabilitas turun dari Rp29,37 triliun menjadi Rp21,73 triliun, sedangkan total aset turun menjadi Rp43,18 triliun. Meskipun menghadapi tantangan besar, perusahaan masih berupaya menjaga stabilitas keuangan ke depan.
Ingin selangkah lebih maju dalam investasi? 🚀 Jadi Priority Member di PintarSaham dan dapatkan akses eksklusif ke analisis premium, rekomendasi terbaik, serta strategi investasi yang tidak dibagikan ke publik!
Jangan lewatkan kesempatan ini—klik link berikut sekarang dan raih keuntungan lebih maksimal! 👉https://bit.ly/PriorityMemberships


