Emiten teknologi berbasis Augmented Reality (AR), PT WIR ASIA Tbk (WIRG), mengumumkan perubahan struktur pengendalian pada entitas cucu usahanya, PT Vatar Media Teknologi (VMT). Manajemen WIRG melaporkan bahwa perseroan tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali di VMT menyusul masuknya investor strategis baru.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diketahui investor terkait aksi korporasi ini:
1. Masuknya Suntikan Modal Baru
Perubahan pengendalian ini terjadi karena VMT menerbitkan saham baru (tambah modal) pada tanggal 27 November 2025. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kegiatan usaha VMT.
Investor baru yang menyuntikkan dana adalah:
- PT Buana Andalan Nusa (dan/atau afiliasinya)
- PT Lentera Karya Inovasi
Manajemen menegaskan bahwa investor-investor baru ini tidak memiliki hubungan afiliasi dengan WIRG.
2. Kepemilikan WIRG Terdilusi Signifikan
Penting dicatat bahwa hilangnya kendali WIRG bukan disebabkan oleh penjualan saham, melainkan karena efek dilusi akibat penerbitan saham baru tersebut.
Struktur kepemilikan saham berubah drastis:
- Sebelumnya: Entitas anak WIRG (PT Vatar Media Raya) memegang 51% saham (Pengendali).
- Sesudahnya: Kepemilikan menyusut menjadi 17,59% (Non-Pengendali).
Sementara itu, investor baru yakni PT Lentera Karya Inovasi kini memegang porsi terbesar yakni 41,51%, dan PT Buana Andalan Nusa memegang 24%.
3. Dampak Keuangan: Dekonsolidasi Laporan Keuangan
Bagi investor WIRG, dampak utama dari aksi ini ada pada pencatatan laporan keuangan. Sesuai standar akuntansi (PSAK 110), laporan keuangan VMT tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan WIRG.
Status VMT akan berubah dari entitas anak menjadi entitas asosiasi atau aset keuangan saja. WIRG nantinya akan mencatat untung/rugi dekonsolidasi (gain/loss deconsolidation) jika terdapat selisih nilai wajar, namun manajemen memastikan tidak ada dampak material terhadap arus kas perusahaan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


