Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengumumkan aksi korporasi berupa penjualan aset penting melalui dua anak usahanya, yaitu PT Summarecon Bali Indah (SMBI) dan PT Bali Indah Development (BLID).
Manajemen SMRA melaporkan bahwa kedua anak usaha tersebut telah melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Bukit Permai Properti (BKPP) pada 28 November 2025.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicermati investor terkait transaksi ini:
1. Nilai Transaksi Jumbo
Total nilai transaksi penjualan saham ini mencapai Rp 536,28 miliar. Dana segar ini diperoleh dari penjualan saham milik SMBI dan BLID kepada pihak pembeli.
2. Pihak Pembeli
Aset saham tersebut dibeli oleh dua entitas, salah satunya merupakan emiten yang tercatat di bursa:
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Membeli mayoritas saham dengan total nilai pembelian sekitar Rp 536,23 miliar (akumulasi dari pembelian saham milik SMBI dan BLID).
- PT Nusantara Bali Realti (NBR): Membeli sebagian kecil saham milik BLID senilai Rp 53,6 juta.
3. Dampak Bagi SMRA
Pasca transaksi ini, anak usaha SMRA (SMBI dan BLID) tidak lagi menjadi pemegang saham di PT Bukit Permai Properti. Manajemen SMRA menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
4. Status Transaksi
Manajemen memastikan bahwa aksi korporasi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi material yang memerlukan persetujuan RUPS, sesuai regulasi OJK yang berlaku.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!