Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightMARK Q3 2025: Optimisme Capex Tinggi di Tengah Risiko Bisnis

MARK Q3 2025: Optimisme Capex Tinggi di Tengah Risiko Bisnis

Kalau baca LK MARK di Q3 2025 ini, kita bisa melihat bahwa mereka melakukan investasi Capex yang agresif. Biasanya sih, kalau perusahaan capex agresif apalagi dengan rupiah yang terus melemah seperti sekarang ini dari awalnya 1 dollar = 16.200 rupiah sekarang 1 dollar = 16.500 rupiah itu artinya manajemen optimis bisa mengembangkan bisnis dengan lebih kuat lagi di masa depan. Rupiah nyungsep adalah berkah bagi MARK karena mayoritas penjualan mereka itu ekspor.

 Itu dengan asumsi manajemen tidak salah hitung ya. Soalnya kadang ada juga manajemen salah hitung yang endingnya malah amsyong seperti yang terjadi pada SRIL.

Manajemen berpendidikan semua karyawan banyak bisnis gede capex tiap tahun ternyata salah hitung malah amsyong. Semoga MARK tidak mengikuti jejak SRIL.

Kalau dilihat dari struktur laba konsolidasian, total laba neto di 9M 2025 sekitar 204,15 Miliar. Hampir semua laba yaitu 204,12 Miliar atau 99,99% masuk ke pemilik induk. 

 Kepentingan non pengendali cuma kebagian 30,36 Juta atau 0,015% saja. Artinya yang kerja keras menghasilkan uang ya induknya, sedangkan anak usaha masih sangat kecil kontribusinya.

 PT Berjaya Dynamics Indonesia yang menjadi anak usaha utama mencatat penurunan pendapatan cukup dalam dari 124,07 Miliar menjadi 80,71 Miliar. Laba netonya juga turun dari 13,33 Miliar menjadi 10,38 Miliar.

 PT Megah Raya Sumatera yang pemain baru di bidang saniter porselen masih mencetak rugi 788 Juta, tetapi sudah lebih baik dari rugi 875 Juta tahun lalu. Jadi kontribusi anak usaha belum bisa jadi penopang laba.

Piutang usaha terlihat naik sedikit menjadi 170,49 Miliar. Pertumbuhannya hanya 2,37%. Masih wajar untuk bisnis ekspor.

Namun piutang yang lewat 120 hari alias berpotensi gagal bayar naik 17,07% menjadi 50,13 Miliar. Lebih aneh lagi penyisihan kerugian kredit masih tetap 37,5 Miliar tanpa ada tambahan.

Kalau ke depan ada yang benar benar macet ya laba bisa tergelincir karena harus dicadangkan lebih besar. Sementara itu persediaan barang dalam proses naik mencolok 213% menjadi 11,5 Miliar ketika penjualan justru turun 14,81%.

Ini bisa jadi tanda barang tidak terserap pasar secepat produksinya dan akhirnya bikin kas nyangkut di gudang.Pada sisi pendanaan, utang bank jangka pendek melonjak menjadi 20,1 Miliar dari 7,8 Miliar atau naik 157%.

Kenaikan ini sendiri masih aman karena kas perusahaan besar. Tapi masalah muncul dari utang jangka panjang ke Bank Panin.

MARK membagi dividen kas padahal perjanjian utangnya melarang itu. Ditambah lagi laporan keuangan ke bank terlambat dari tenggat 60 hari dan 120 hari.

Ini bikin MARK berada pada risiko technical default. Kalau bank sewaktu waktu meminta pelunasan langsung meskipun saldo utangnya hanya sekitar 3,75 Miliar efek ke sentimen pasar bisa tidak enak didengar.

Pendapatan turun dari 698,11 Miliar menjadi 594,68 Miliar atau turun 14,81%. Beban pokok penjualan ikut turun tapi hanya 13,95%. Tanda bahwa biaya tetap masih tinggi karena pabrik harus tetap jalan walau pesanan turun. Manajemen tampak tegas memangkas beban operasional agar laba tidak anjlok dalam.

Beban umum dan administrasi dari 59,77 Miliar dipangkas menjadi 41,05 Miliar karena bonus 21,2 Miliar sudah dihapus. Beban pemasaran juga ditekan dari 12,47 Miliar menjadi 7,17 Miliar karena komisi penjualan diperkecil. 

Strategi hemat ini menjaga margin di tengah penjualan menyusut. Tapi jangan sampai motivasi tim penjualan ikut menyusut ya.

Dari sisi arus kas masih aman. CFO atau kas dari operasi di 9M 2025 mencapai 236,99 Miliar meski turun 14,01%. CFI atau arus kas investasi berubah negatif 10,08 Miliar karena belanja mesin gila gilaan sampai 31,29 Miliar. 

CFF atau pendanaan minus 189,14 Miliar karena bagi bagi dividen 190 Miliar yang bikin hubungan dengan kreditor jadi bete. Walaupun begitu kas tetap naik walau tidak sebesar kenaikan tahun lalu.

Eksposur dolar juga tidak bisa dianggap enteng. Semua yang main di ekspor pasti sensitif ke kurs. Analisis sensitivitas menunjukkan kenaikan kurs USD 1% saja bisa mengurangi laba sebelum pajak sekitar 1,05 Miliar. MARK juga tidak pakai instrumen lindung nilai jadi fluktuasi kurs terasa langsung di laba.

Sisi baiknya, MARK terlihat sedang membangun pondasi kapasitas masa depan. Aset dalam pembangunan berupa mesin nilainya 6,36 Miliar naik 203% dari tahun lalu dengan progres 50%. Ditarget selesai 2026. 

Kalau mesin ini efektif menurunkan biaya produksi per unit atau mempercepat output, penjualan lokal dan ekspor bisa naik dan margin ikut manis. Tetapi kalau salah pemilihan teknologi atau salah membaca arah pasar ya bisa bikin ngos-ngosan lagi di masa depan.

MARK masih berdiri di atas fondasi keuangan yang kuat. Posisi kas jauh di atas utang bank. 

 Rasio utang terhadap ekuitas cuma 12,10%. Operasi masih menghasilkan kas tebal. Yang perlu dikejar sekarang adalah memperbaiki mutu piutang, membereskan urusan kovenan dengan bank, menggarap pasar lokal yang tumbuh positif, dan memastikan capex benar benar menghasilkan cuan bukan beban. 

MARK masih punya peluang besar untuk bangkit dari turunnya permintaan sarung tangan global. Tinggal apakah manajemennya bisa ambil keputusan yang tepat di persimpangan penting seperti sekarang ini.

Semoga tidak salah langkah seperti yang pernah terjadi pada pemain besar lain di sektor manufaktur Indonesia.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid



RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments