PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengumumkan rencana restrukturisasi internal. Informasi ini disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Oktober 2025.
Dalam rencana tersebut, SSIA akan mengalihkan seluruh saham yang dimilikinya di empat perusahaan. Keempat perusahaan tersebut adalah:
- PT Sitiagung Makmur (SAM)
- PT Surya Internusa Hotels (SIH)
- PT Batiqa Hotel Manajemen (BHM)
- PT Surya Semesta Realti (SSR)
Seluruh saham dari keempat entitas anak itu akan dialihkan kepada PT Suryalaya Anindita International (SAI). SAI sendiri merupakan perusahaan anak terkendali SSIA, dengan kepemilikan saham perseroan sebesar 86,79% baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai pembayaran atas pengalihan ini, SAI akan menerbitkan saham baru yang akan dialokasikan kepada Perseroan (SSIA).
Manajemen SSIA menjelaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengelompokkan entitas anak perseroan yang bergerak di bidang perhotelan agar berada di bawah SAI.
Dampak Terhadap Investor
Perseroan menegaskan bahwa rencana ini ditargetkan selesai paling lambat pada Desember 2025.
Bagi investor, penting untuk dicatat bahwa manajemen menyatakan restrukturisasi ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha SSIA.
Setelah restrukturisasi selesai, SAM, SIH, BHM, dan SSR akan tetap menjadi perusahaan terkendali SSIA, namun secara tidak langsung. Struktur pengendalian akhir perseroan maupun pemegang saham pengendali juga dipastikan tidak akan berubah.
Dari sisi regulasi, transaksi ini merupakan transaksi material karena nilainya diperkirakan melebihi 20% dari ekuitas perseroan. Ini juga merupakan transaksi afiliasi karena dilakukan antara SSIA dan perusahaan terkendalinya. Sesuai ketentuan, perseroan wajib menunjuk penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran atas nilai transaksi tersebut.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!