LPCK mengumumkan total pendapatan sebesar Rp 158 miliar pada 1Q23, turun dari kuartal yang sama tahun lalu (“1Q22”), karena 1Q22 mencakup serah terima secara massal untuk Waterfront Travertine, proyek rumah tapak yang diluncurkan pada tahun 2020 dan apartemen Orange County yang selesai pada tahun 2019.
Pada 1Q23, pendapatan terutama terdiri dari serah terima persediaan dari proyek perumahan dan industri serta pendapatan non-properti. Margin kotor untuk kuartal ini berada di 50%, relatif stabil dibandingkan dengan 52% tahun lalu.
Beban usaha untuk kuartal ini mencapai Rp60 miliar, naik 3% dari 1Q22.
Peningkatan tersebut mencerminkan peningkatan pasca-covid dalam aktivitas terkait penjualan. Beban umum dan administrasi kuartal ini tidak mengalami peningkatan dari kuartal yang sama tahun lalu.
Meskipun terjadi penurunan pendapatan, EBITDA tetap positif sebesar Rp25 miliar atau 16% dari pendapatan.
Pra-Penjualan dan Proyek-Proyek Saat Ini Perusahaan mencatat pra-penjualan sebesar Rp337 miliar pada 1Q23, naik 2% dibandingkan dengan 1Q22, dan mencapai 25% dari target untuk tahun 2023 sebesar Rp1.375 triliun.
Pra-penjualan pada 1Q23 didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark), serta permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newton Techno Park), dengan kontribusi masing-masing sebesar 49% dan 35%.
Sisanya 16% terdiri dari penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen high-rise yang ada, dan rukoruko komersial. Perseroan menjual sebanyak 313 unit dari proyek-proyek perumahan, industri dan komersial di atas.
Sumber : Keterbukaan informasi IDX


