Manajemen menegaskan rencana divestasi aset kantor pusat (gedung dan tanah) sebagai langkah utama untuk mempercepat pelunasan utang sekaligus memperbaiki ekuitas yang masih negatif. Proses divestasi disebut masih dalam tahap negosiasi dengan calon pembeli.
Dana hasil divestasi akan diprioritaskan untuk melunasi utang bank, terutama kepada Bank Mandiri. Tujuannya menurunkan beban bunga dan menyehatkan struktur neraca.
Manajemen menyoroti posisi kas sekitar Rp50 miliar dibanding total utang sekitar Rp2,85 triliun, sehingga divestasi aset menjadi sumber pendanaan paling krusial. Langkah ini juga dikaitkan dengan kebutuhan memenuhi ketentuan Pasar Pemantauan Khusus serta batas waktu pemulihan ekuitas sebelum Juni 2026.
Untuk belanja modal, capex 2025 sebesar Rp50 miliar dialokasikan pada pengadaan alat berat rental. Capex 2026 masih menunggu finalisasi RKAB sehingga detail belum dapat dipastikan.
Kinerja 9M25 disebut tumbuh 12% dan manajemen optimistis tren positif berlanjut hingga akhir 2025. Terkait bencana di Sumatra, manajemen menyatakan tidak ada dampak operasional karena wilayah terdampak bukan area bisnis perusahaan.
Dalam aspek pricing, manajemen menegaskan EXCL mendapat perlakuan komersial setara dengan ISP lain tanpa tarif khusus. Kebijakan ini diposisikan untuk menjaga fairness dan konsistensi model bisnis B2B.
Strategi diferensiasi perusahaan adalah memperluas jangkauan ke wilayah underserved sambil menurunkan biaya per home pass. Manajemen menargetkan layanan yang lebih terjangkau sebagai kunci memenangkan persaingan melalui kombinasi ekspansi, efisiensi biaya, dan kolaborasi mitra.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


