Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Sumi Indo Kabel Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun buku ini (periode 1 April – 30 September 2025). Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar $112.113.803, mengalami penurunan 9,40% dibandingkan dengan posisi pada 31 Maret 2025 sebesar $123.750.530.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 13,63% menjadi $68.836.326, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada Persediaan (turun 24,1%) dan Kas (turun 56,1%).
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar $43.277.477, turun 1,75%, didorong oleh depresiasi aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai $30.099.980, turun 31,97% dibandingkan akhir tahun buku lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar $24.217.490, menurun 36,87%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada Pinjaman bank jangka pendek (turun 45,1%) dan Utang usaha (turun 40,2%).
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi $5.882.490, dengan tidak ada perubahan (0,00%), yang seluruhnya merupakan liabilitas imbalan kerja.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar $82.013.823, naik 3,15% dibandingkan 31 Maret 2025, didorong oleh peningkatan laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama periode enam bulan yang berakhir 30 September 2025, pendapatan perusahaan mencapai $117.457.165, turun 9,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $129.950.764.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai $4.535.977, naik 130,49% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar $1.968.009. Perubahan ini terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada Beban Pokok Penjualan (turun 12,9%), yang lebih cepat dari penurunan pendapatan, sehingga Laba Bruto meningkat 49,8% YoY.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar $0,0037, mencerminkan kenaikan 131,25% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 2,84x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,58x, mengindikasikan likuiditas yang tetap sehat bahkan dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 8,57%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan telah membaik signifikan dibanding tahun lalu (5,17%).
- Margin Laba Bersih: 3,86%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang juga meningkat tajam dari 1,51% di periode yang sama tahun lalu.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 7,69%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 11,23%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,37x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 505 per 24 Oktober 2025, dan EPS yang disetahunkan (Rp 125), PER tercatat 4,04x, mengindikasikan valuasi undervalued (murah).
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.136 (dihitung dari $0,0670), PBV perusahaan berada di level 0,44x, mencerminkan bahwa harga pasar saham saat ini jauh di bawah nilai ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan IKBI selama periode enam bulan yang berakhir 30 September 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang sangat tajam (laba bersih +130,49% YoY), meskipun pendapatan mengalami penurunan (-9,61% YoY).
Peningkatan margin ini didorong oleh efisiensi biaya yang signifikan, terutama pada beban pokok penjualan. Dari sisi neraca, perusahaan berhasil mengurangi total liabilitas sebesar 31,97%, terutama dari pelunasan pinjaman bank jangka pendek. Hal ini memperkuat struktur modal (DER 0,37x) dan likuiditas (Current Ratio 2,84x). Dengan valuasi PER 4,04x dan PBV 0,44x, saham IKBI terlihat sangat murah (undervalued) secara fundamental.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


