Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.426.590.214.797, mengalami kenaikan 19,52% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.193.613.189.107.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 37,62% menjadi Rp 867.384.259.520, terutama dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada Piutang Usaha dan Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja, meskipun Kas dan Setara Kas menurun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 559.205.955.277, turun tipis 0,73%, sedikit dipengaruhi oleh penurunan nilai Aset Tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 712.036.451.674, naik 39,23% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 690.930.122.880, meningkat 40,51%, terutama disebabkan oleh kenaikan Utang Bank dan Utang Usaha.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 21.106.328.794, dengan kenaikan 7,23%, mencerminkan sedikit perubahan pada struktur pendanaan jangka panjang, terutama terkait Utang Pembiayaan Konsumen.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 714.553.763.123, naik 4,74% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (akumulasi defisit berkurang) dari laba periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 627.562.936.241, naik 62,19% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 386.928.174.210. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari jasa konstruksi.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 32.336.603.663, naik 62,92% YoY dari periode yang sama tahun lalu (Rp 19.848.298.363). Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban, serta kontribusi positif dari pendapatan lain-lain.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp 6,29, mencerminkan kenaikan 62,95% YoY (dari Rp 3,86), sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,26x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar cukup baik.
- Quick Ratio: 1,22x, mengindikasikan likuiditas yang cukup memadai bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 14,50%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan setelah dikurangi beban kontrak.
- Margin Laba Bersih: 5,15%, mencerminkan tingkat profitabilitas bersih setelah dikurangi seluruh beban operasional, bunga, dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian (Annualized)
- Return on Assets (ROA): 3,29%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 6,17%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,00x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang seimbang antara utang dan modal.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 96 per 24 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 11,44x, mengindikasikan valuasi yang relatif moderat dibandingkan potensi pertumbuhannya.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 139,00, PBV perusahaan berada di level 0,69x, mencerminkan bahwa harga pasar saham saat ini berada di bawah nilai bukunya, yang bisa mengindikasikan potensi undervalued atau persepsi risiko tertentu oleh pasar.
Kesimpulan
Kinerja keuangan DGIK selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat, terutama terlihat dari lonjakan pendapatan dan laba bersih secara YoY. Efisiensi tampaknya terjaga dengan baik, meskipun ada peningkatan signifikan pada liabilitas, khususnya utang bank dan utang usaha untuk mendukung operasional. Rasio solvabilitas (DER) masih dalam batas wajar. Dari sisi valuasi pasar, PBV di bawah 1x dan PER yang moderat bisa menarik bagi investor nilai, namun perlu dicermati lebih lanjut mengenai alasan pasar menilai saham di bawah nilai bukunya. Investor perlu memperhatikan keberlanjutan pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan utang perusahaan di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!