Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) Tahun 2025

Pada tahun penuh 2025, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 8.796.370 juta, mengalami kenaikan 6,04% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 8.295.427 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 4,35% menjadi Rp 5.025.701 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada persediaan dan piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.770.669 juta, naik 23,99%, didorong oleh penilaian kembali aset tetap dan peningkatan uang muka pembelian aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp 3.123.011 juta, turun 3,96% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.628.609 juta, meningkat 1,08%, terutama disebabkan oleh reklasifikasi bagian lancar atas utang obligasi dan sukuk ijarah yang akan jatuh tempo.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.494.402 juta, dengan penurunan 8,91%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang dimana sebagian utang jangka panjang telah beralih menjadi liabilitas lancar.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5.673.359 juta, naik 12,48% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba dan surplus revaluasi aset.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5.932.797 juta, turun 3,03% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6.118.364 juta. Penurunan ini terjadi meskipun perusahaan berupaya menjaga pangsa pasar di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Laba Bersih 

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 534.247 juta, naik 0,79% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 530.082 juta. Perubahan ini disebabkan oleh efisiensi pada beban pokok pendapatan yang meningkatkan laba kotor, serta penurunan beban keuangan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 75,72, mencerminkan kenaikan 0,92% YoY, sejalan dengan pertumbuhan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 3,09x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,29x, mengindikasikan likuiditas yang cukup baik dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 19,05%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 9,00%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 6,07%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 9,42%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,55x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang moderat.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 464 per 13 Februari 2026, PER tercatat 6,13x, mengindikasikan valuasi yang relatif wajar atau undervalued dibandingkan potensi labanya.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 804,56, PBV perusahaan berada di level 0,58x, mencerminkan harga pasar yang berada di bawah nilai buku ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas profitabilitas yang positif meskipun terdapat sedikit penurunan pada sisi pendapatan top-line. Peningkatan margin laba kotor dan laba bersih menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi efisiensi operasional perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan penurunan aset lancar dan arus kas operasional serta tantangan pertumbuhan pendapatan yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments