Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Soechi Lines Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 10,56 Triliun (AS$632,797,539), mengalami kenaikan 4,99% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 10,05 Triliun (AS$602,681,935).
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 8,41% menjadi Rp 1,16 Triliun (AS$69,699,519), terutama dipengaruhi oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 9,39 Triliun (AS$563,098,020), naik 4,59%, didorong oleh penambahan aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3,69 Triliun (AS$221,460,578), naik 9,48% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1,47 Triliun (AS$87,928,068), meningkat 17,07%, terutama disebabkan oleh kenaikan bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan utang usaha.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2,23 Triliun (AS$133,532,510), dengan kenaikan 4,99%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, termasuk liabilitas atas transaksi jual dan sewa-balik.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,86 Triliun (AS$411,336,961), naik 2,73% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan neto perusahaan mencapai Rp 1,97 Triliun (AS$118,036,314), turun 2,01% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,01 Triliun (AS$120,454,312). Penurunan tipis ini dapat dipengaruhi oleh dinamika pasar sewa kapal atau volume perbaikan kapal.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 201,42 Miliar (AS$12,074,767), turun tipis 0,73% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 202,88 Miliar (AS$12,163,129). Penurunan ini sejalan dengan penurunan pendapatan neto, meskipun beban pokok pendapatan juga sedikit menurun.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp 28,36 (AS$0.0017), relatif stabil (0,00% YoY), sejalan dengan laba bersih yang cenderung datar dan jumlah saham beredar yang tetap.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,79x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih berada di bawah 1x.
- Quick Ratio: 0,65x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 27,0%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan sebelum beban usaha dan lainnya.
- Margin Laba Bersih: 10,2%, mencerminkan tingkat profitabilitas bersih setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 2,61%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 3,97%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,54x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang cukup sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang moderat.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 212 per 28 Oktober 2025, dan EPS yang disetahunkan (sekitar Rp 37,81), PER tercatat 5,61x, mengindikasikan valuasi yang relatif rendah dibandingkan rata-rata historis atau industrinya.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 972,06 (Total Ekuitas Rp 6,86 Triliun / 7.059 Juta saham), PBV perusahaan berada di level 0,22x, mencerminkan valuasi pasar yang jauh di bawah nilai ekuitas perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Soechi Lines Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan stabilitas operasional dengan sedikit penurunan pada pendapatan dan laba bersih secara tahunan. Meskipun demikian, aset dan ekuitas perusahaan tetap bertumbuh dibandingkan akhir tahun 2024. Rasio profitabilitas seperti margin laba kotor dan bersih masih terjaga, namun rasio likuiditas berada di bawah 1x yang perlu dicermati. Struktur modal tergolong sehat dengan DER 0,54x.
Dari sisi valuasi pasar, saham SOCI diperdagangkan pada PER yang rendah (5,61x) dan PBV yang sangat rendah (0,22x), mengindikasikan potensi undervaluation yang signifikan berdasarkan data keuangan per Q3 2025. Investor perlu memperhatikan faktor risiko seperti ketergantungan pada pelanggan besar (misalnya Pertamina Group) dan potensi fluktuasi di industri pelayaran dan galangan kapal.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


