Pada semester pertama tahun 2025, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mencatatkan kinerja yang solid, menunjukkan pertumbuhan signifikan pada aset, pendapatan, dan laba bersih.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 3.557,3 triliun, mengalami peningkatan sebesar 40,27% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 2.536,1 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan signifikan sebesar 80,76% menjadi Rp 1.670,3 triliun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 17,06% menjadi Rp 1.887,1 triliun, didorong oleh peningkatan pada pos Aset Tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.606,0 triliun, meningkat tajam sebesar 140,91% dari akhir tahun 2024.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 247,94%, menjadi Rp 1.205,5 triliun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 400,5 triliun, mengalami peningkatan sebesar 25,09%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1.951,3 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 4,38% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1.790,9 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 84,17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada segmen penjualan barang jadi.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 109,4 miliar, yang mengalami kenaikan sebesar 55,74% dari periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan pendapatan yang kuat.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan untuk semester 1 2025 tercatat sebesar Rp 20,62, menunjukkan kenaikan sebesar 56,79% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 1,39 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang cukup baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,97 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, menunjukkan posisi yang sedikit di bawah batas ideal 1 kali.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 13,92%. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 6,11%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 7,18% (disetahunkan). Ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 11,46% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,82. Rasio ini mengukur proporsi utang perusahaan terhadap ekuitasnya, menunjukkan tingkat risiko finansial yang terkendali.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 26 Agustus 2025, yaitu Rp 382, dan EPS yang disetahunkan, PER perusahaan tercatat sebesar 9,26x. Ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,04x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 382 dan nilai buku per saham sebesar Rp 367,18. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham sedikit di atas nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan PTSN pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat dalam pendapatan dan laba bersih. Meskipun liabilitas juga meningkat secara signifikan, rasio solvabilitas seperti DER masih berada pada level yang wajar. Dari sisi valuasi, PER dan PBV menunjukkan bahwa saham PTSN dihargai secara wajar oleh pasar. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


