Penawaran Umum
PT Bank KB Indonesia Tbk kembali menerbitkan obligasi dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II dengan target dana Rp3 triliun. Pada Tahap II Tahun 2025, jumlah pokok yang ditawarkan maksimal Rp2,86 triliun. Obligasi ini mendapat peringkat AAA (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia.
Struktur penawaran terdiri dari Rp1,36 triliun yang dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment), dan sisanya Rp1,51 triliun dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). Obligasi ditawarkan tanpa warkat (kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama KSEI), dengan harga 100% dari nilai pokok dan pembayaran bunga setiap tiga bulan. Obligasi ini tidak dijamin agunan khusus, melainkan ditopang seluruh harta kekayaan perseroan.
Seri Obligasi
Terdapat tiga seri yang ditawarkan:
- Seri A: Pokok Rp800 miliar, tenor 370 hari, bunga 6,45% per tahun, jatuh tempo 9 September 2026.
- Seri B: Pokok Rp536 miliar, tenor 3 tahun, bunga 6,80% per tahun, jatuh tempo 29 Agustus 2028.
- Seri C: Pokok Rp20 miliar, tenor 5 tahun, bunga 6,85% per tahun, jatuh tempo 29 Agustus 2030.
Jadwal Penting
Masa penawaran umum dan penjatahan dilaksanakan pada 28 Agustus 2025. Pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi dilakukan 29 Agustus 2025. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 1 September 2025.
Penggunaan Dana
Seluruh hasil penawaran, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk membayar sebagian fasilitas Repurchase Agreement yang sebelumnya dipakai melunasi pinjaman kepada kreditur afiliasi, Kookmin Bank Co. Ltd. Singapore Branch.
Kinerja Keuangan
Per 30 Juni 2025, KB Bank mencatat aset Rp83,63 triliun, liabilitas Rp75,26 triliun, dan ekuitas Rp8,37 triliun. Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan Rp389,67 miliar, berbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024. Perbaikan ini didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan penurunan biaya cadangan kerugian penurunan nilai.
Prospek dan Strategi
Dalam menghadapi ketidakpastian global, KB Bank berfokus pada penguatan modal dan profitabilitas. Strategi 2024–2026 mencakup ekspansi pinjaman berkualitas di segmen wholesale, UKM, dan ritel; pemulihan aset bermasalah; transformasi cabang berbasis teknologi; pengembangan SDM adaptif; serta digitalisasi melalui Next Generation Banking System untuk membangun “KB Ecosystem.”
Lembaga Pendukung
Penjamin pelaksana emisi terdiri dari tujuh sekuritas, di antaranya PT Aldiracita Sekuritas Indonesia dan PT BNI Sekuritas. Wali amanat ditunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!