Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Resource Alam Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar USD 183,71 juta, mengalami penurunan 12,09% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar USD 208,97 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 28,71% menjadi USD 87,09 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada kas dan setara kas serta piutang usaha pihak ketiga.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar USD 96,63 juta, naik 11,29%, didorong oleh kenaikan taksiran tagihan pajak dan uang muka investasi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai USD 28,23 juta, turun 41,32% dibandingkan akhir tahun lalu (USD 48,11 juta).
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar USD 18,43 juta, menurun 51,20%, terutama disebabkan oleh penurunan drastis pada utang pajak dan utang usaha pihak ketiga.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi USD 9,80 juta, dengan penurunan 5,33%, mencerminkan penurunan liabilitas sewa jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar USD 155,48 juta, turun 3,34% dibandingkan 31 Desember 2024 (USD 160,86 juta), terutama didorong oleh penurunan saldo laba belum ditentukan penggunaannya dan selisih kurs penjabaran laporan keuangan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai USD 109,64 juta, turun 57,36% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 257,16 juta. Penurunan signifikan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari ekspor dan penjualan batubara lokal.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 1,03 juta, turun 97,29% YoY dari periode yang sama tahun lalu (USD 37,92 juta). Perubahan drastis ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang jauh lebih besar daripada penurunan beban pokok pendapatan dan beban usaha.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat sebesar USD 0,0002, mencerminkan penurunan 97,47% YoY dari USD 0,0079, sejalan dengan penurunan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 4,73x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 3,86x, mengindikasikan likuiditas yang kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 15,86%, menunjukkan penurunan efisiensi dibandingkan periode sebelumnya (33,11% pada Q3 2024).
- Margin Laba Bersih: 0,94% (untuk laba diatribusikan ke induk), mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat rendah setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak, menurun tajam dari 14,75% pada Q3 2024.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,70%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang rendah dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,87%, menggambarkan imbal hasil yang sangat rendah atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,18x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang sangat rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 370 per 24 Oktober 2025, dan EPS dasar tahunan (dihitung dari EPS 9 bulan $0.0002$ dan kurs Rp 16.680/USD), PER tercatat sekitar 83,15x. Ini mengindikasikan valuasi yang sangat tinggi (premium) dibandingkan laba historis, kemungkinan mencerminkan ekspektasi pasar akan pemulihan kinerja atau faktor lain.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 531,04 (dihitung dari ekuitas induk $155,16 juta$ , jumlah saham beredar 4,87 miliar dan kurs Rp 16.680/USD), PBV perusahaan berada di level 0,70x, mencerminkan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai bukunya, yang bisa mengindikasikan undervaluation atau keraguan pasar terhadap nilai aset perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Resource Alam Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan signifikan dalam pendapatan dan profitabilitas dibandingkan tahun sebelumnya, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas batubara. Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dan struktur modal yang sehat dengan tingkat utang yang rendah.
Penurunan drastis pada margin laba bersih, ROA, dan ROE menjadi perhatian utama. Valuasi pasar menunjukkan kontradiksi antara PER yang sangat tinggi dan PBV yang rendah (di bawah 1), menandakan ketidakpastian pasar atau ekspektasi pemulihan yang kuat. Investor perlu memperhatikan faktor eksternal seperti pergerakan harga batubara global, permintaan energi, serta efisiensi operasional perusahaan ke depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


