Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 3.638.348.555.341, mengalami penurunan 2,88% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.746.346.988.767.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,22% menjadi Rp 1.046.400.640.173, posisi yang relatif stabil dibandingkan akhir tahun 2024.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 2.591.947.915.168, turun 4,08%, terutama didorong oleh penurunan pada pos Aset Tetap Neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.706.871.843.848, naik 18,68% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 921.131.430.728, meningkat 50,83%, terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan pada pinjaman bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 785.740.413.120, dengan penurunan 5,04%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.931.476.711.493, turun 16,32% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembagian dividen kas dan perolehan kembali saham treasuri.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 2.742.471.714.303, turun 7,81% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.974.800.945.222. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan pada segmen Roti Tawar dan Roti Manis.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 136.699.661.416, turun 45,05% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang tidak diimbangi dengan penurunan beban pokok penjualan yang proporsional.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 24,22, mencerminkan penurunan 44,46% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,14x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,97x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 52,38%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 4,98%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 4,94% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 8,60% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,88x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 795 per 14 November 2025, PER (disetahunkan) tercatat 24,62x, mengindikasikan valuasi yang moderat terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 342,79, PBV perusahaan berada di level 2,32x, mencerminkan valuasi di atas nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ROTI selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya tekanan pada sisi pendapatan dan profitabilitas. Penurunan pendapatan dari segmen utama dan laba bersih yang terkoreksi signifikan menjadi sinyal tantangan operasional.

Dari sisi neraca, peningkatan liabilitas jangka pendek yang substansial, terutama dari pinjaman bank, memerlukan perhatian, meskipun rasio likuiditas saat ini masih berada di level yang cukup aman. Penurunan ekuitas akibat aksi korporasi (dividen dan buyback) turut mempengaruhi rasio solvabilitas dan pengembalian modal. Investor perlu memperhatikan strategi perusahaan untuk membalikkan tren penurunan pendapatan dan mengelola struktur permodalan di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments