Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 410.605.562.937, mengalami kenaikan 3,18% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 397.965.934.995.
- Aset Lancar: Aset lancar naik 1,20% menjadi Rp 297.211.181.238, terutama dipengaruhi oleh peningkatan Piutang Usaha dan Persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 113.394.381.699, naik 8,74%, didorong oleh kenaikan Piutang Pihak Berelasi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 252.656.115.707, naik 9,53% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 238.015.949.824, meningkat 6,88%, terutama disebabkan oleh kenaikan Utang Bank Jangka Pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 14.640.165.883, dengan kenaikan 83,64%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 157.949.447.230, turun 5,59% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya yang menurun akibat rugi bersih tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (Penjualan Neto) mencapai Rp 298.445.484.185, turun 33,55% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 449.112.761.674. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan ekspor.
Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (9.000.469.859), turun 212,97% YoY dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7.966.391.975. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan tajam pada pendapatan dan laba bruto, sementara beberapa beban (seperti beban umum dan administrasi) meningkat.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (4.16), mencerminkan penurunan 213,04% YoY (dari Rp 3.68), sejalan dengan perubahan laba bersih menjadi rugi bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,25x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,23x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 10,05%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -3,02%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak (mengalami kerugian).
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -2,92% (annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -7,60% (annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,60x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 40 per 29 Oktober 2025, PER tercatat N/A (Negatif), karena perusahaan mencatatkan rugi bersih (EPS negatif).
Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 73,04 (dihitung dari Total Ekuitas dibagi Jumlah Saham Beredar), PBV perusahaan berada di level 0,55x, mencerminkan valuasi di bawah nilai bukunya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tekanan signifikan, terutama pada sisi pendapatan dan profitabilitas. Penurunan penjualan ekspor yang tajam berdampak langsung pada laba kotor dan mengubah posisi perusahaan dari laba menjadi rugi bersih.
Penurunan pendapatan dan margin yang negatif menjadi sinyal tantangan bagi efektivitas strategi bisnis perusahaan. Investor perlu memperhatikan penurunan profitabilitas, peningkatan utang jangka panjang, dan likuiditas ketat (terlihat dari Quick Ratio) yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


