Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Dafam Property Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 231.393.536.152, mengalami penurunan 3,79% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 240.499.475.751.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 1,73% menjadi Rp 83.216.433.856, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 148.177.102.296, turun 4,90%, didorong oleh penurunan nilai buku bersih aset tetap dan properti investasi akibat penyusutan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 215.866.853.962, turun 2,15% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 83.857.012.875, menurun 10,29%, terutama disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi dan beban masih harus dibayar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 132.009.841.087, dengan kenaikan 3,84%, mencerminkan penambahan utang pihak berelasi jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 15.526.682.190, turun 21,94% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi rugi komprehensif selama periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 44.520.179.266, turun 5,19% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46.955.215.032. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen hotel.
Laba (Rugi) Bersih
- Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (4.564.477.897), menunjukkan penurunan kerugian sebesar 51,72% YoY dari periode yang sama tahun lalu (rugi Rp 9.454.858.716). Perbaikan ini terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada beban lain-lain bersih.
Earnings per Share (EPS) / Rugi per Saham
- Rugi per Saham (LPS) tercatat sebesar Rp (2,402), mencerminkan penurunan kerugian 51,73% YoY, sejalan dengan penurunan rugi bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,99x, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya hampir setara dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,18x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat setelah mengeluarkan persediaan dari perhitungan aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 48,96%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatan.
- Margin Laba Bersih: -10,25%, mencerminkan bahwa perusahaan masih membukukan kerugian bersih dari pendapatannya.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -2,58% (annualized), menilai bahwa pemanfaatan aset belum menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -34,37% (annualized), menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham karena kerugian.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 13,90x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat tinggi tingkat ketergantungannya pada utang dibandingkan ekuitas.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 79 per 24 Oktober 2025, PER tercatat negatif (-24,69x annualized) karena perusahaan masih membukukan kerugian (LPS annualized -Rp 3,20). Ini mengindikasikan perusahaan belum menghasilkan laba.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 8,17, PBV perusahaan berada di level 9,67x, mencerminkan valuasi pasar yang sangat tinggi dibandingkan dengan nilai buku ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Dafam Property Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam mengurangi rugi bersih dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena penurunan beban lain-lain. Namun, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih dan mengalami penurunan pendapatan. Posisi neraca menunjukkan sedikit penyusutan aset dan penurunan ekuitas yang cukup signifikan akibat akumulasi kerugian.
Dari sisi rasio, likuiditas perusahaan terlihat ketat (khususnya Quick Ratio) dan profitabilitas masih negatif. Rasio solvabilitas (DER) sangat tinggi, menunjukkan tingkat leverage yang perlu diwaspadai. Meskipun kinerja fundamental masih menunjukkan tantangan (kerugian, DER tinggi), valuasi pasar (PBV) berada pada level yang sangat premium. Investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan untuk kembali mencetak laba, mengelola utangnya, dan memperbaiki struktur permodalannya di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


