Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) Kuartal III 2025 

Kinerja Keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) Kuartal III 2025 

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) 

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 9,24 triliun, mengalami kenaikan 9,45% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,44 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 2,35% menjadi Rp 1,75 triliun, terutama dipengaruhi oleh penurunan kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 7,49 triliun, naik 12,63%, didorong oleh peningkatan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3,06 triliun, naik 25,10% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1,42 triliun, meningkat 30,83%, terutama disebabkan oleh kenaikan bagian utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan kenaikan liabilitas yang masih harus dibayar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1,64 triliun, dengan kenaikan 20,51%, mencerminkan penambahan utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,18 triliun, naik 3,07% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi laba tahun berjalan setelah dikurangi pembagian dividen.

Laporan Laba Rugi 

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan neto perusahaan mencapai Rp 4,12 triliun, naik 12,43% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,66 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen taksi maupun non-taksi.

Laba Bersih

  • Laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 482,60 miliar, naik 10,61% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 436,31 miliar. Perubahan ini didorong oleh kenaikan pendapatan, meskipun beban langsung dan beban usaha juga meningkat, serta kenaikan pendapatan lain-lain neto.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS (dasar/dilusian) tercatat sebesar Rp 193, mencerminkan kenaikan 10,92% YoY dari Rp 174, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan 

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,23x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,87x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 32,21%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 11,72%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 7,28% (Annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 10,57% (Annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,50x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar 

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.780 per 27 Oktober 2025, PER (Annualized) tercatat 6,92x, mengindikasikan valuasi yang relatif rendah (undervalued) dibandingkan rata-rata historis atau sektor sejenis (perlu analisis lebih lanjut terhadap benchmark sektor).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 2.423, PBV perusahaan berada di level 0,73x, mencerminkan valuasi di bawah nilai buku ekuitasnya, yang bisa mengindikasikan potensi undervaluation atau perhatian pasar terhadap kualitas aset/prospek.

Kesimpulan 

Kinerja keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang berkelanjutan, meskipun diiringi dengan peningkatan signifikan pada total liabilitas, terutama utang bank. Pertumbuhan pendapatan yang solid di kedua segmen (taksi dan non-taksi) menjadi sinyal positif terhadap strategi bisnis perusahaan.

Rasio profitabilitas seperti GPM dan NPM cukup stabil. Namun, investor perlu memperhatikan kenaikan tingkat utang (DER naik dari 0.41 menjadi 0.50) dan peningkatan beban keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya. Valuasi pasar (PER dan PBV) terlihat menarik di level rendah, namun memerlukan analisis lebih lanjut mengenai prospek industri dan sentimen pasar.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments