Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 8,54 triliun , mengalami peningkatan sebesar 13,07% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 7,55 triliun. Pertumbuhan aset ini terutama didorong oleh peningkatan penyaluran kredit.
- Aset Lancar & Tidak Lancar: Klasifikasi aset lancar dan tidak lancar pada bank berbeda dengan perusahaan non-keuangan. Namun, komponen utama aset BEKS per 30 Juni 2025 adalah Kredit sebesar Rp 3,90 triliun dan Efek-efek (Surat Berharga) sebesar Rp 1,15 triliun.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,82 triliun , meningkat sebesar 16,71% dari akhir tahun 2024. Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh naiknya simpanan dari nasabah.
- Liabilitas Jangka Pendek & Panjang: Sebagian besar liabilitas bank merupakan simpanan nasabah yang bersifat jangka pendek. Simpanan dari nasabah (giro, tabungan, deposito) mencapai Rp 5,89 triliun.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1,71 triliun, yang mencatatkan peningkatan tipis sebesar 0,58% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan bunga perusahaan tercatat sebesar Rp 256,89 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 4,47% jika dibandingkan dengan pendapatan bunga semesteran yang diestimasi dari total pendapatan tahun 2024 (Rp 491,80 miliar).
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 6,3 miliar. Laba ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih semesteran yang diestimasi dari total laba bersih tahun 2024 (Rp 39,33 miliar).
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 0,12 , menunjukkan penurunan dibandingkan dengan EPS tahunan pada 2024 sebesar Rp 0,76.
Rasio Keuangan
Rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio) kurang relevan untuk menganalisis bank. Sebagai gantinya, digunakan rasio spesifik perbankan seperti Loan to Deposit Ratio (LDR).
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Bersih: Margin laba bersih sebesar 2,45%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
- Return on Assets (ROA): ROA (disetahunkan) sebesar 0,15%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): ROE (disetahunkan) sebesar 0,74%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): DER sebesar 3,98 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 3 September 2025, yaitu Rp 25, PER perusahaan tercatat sebesar 104,17x (EPS disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,76x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 25 dan nilai buku per saham sebesar Rp 33,04. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan BEKS pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan aset dan liabilitas yang didorong oleh peningkatan kredit dan simpanan nasabah. Namun, profitabilitas mengalami tekanan yang signifikan. Dari sisi valuasi, saham BEKS diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV < 1), namun dengan PER yang sangat tinggi yang menandakan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan laba di masa depan, atau laba yang sangat rendah saat ini. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan strategi perusahaan ke depan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


