Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Capital Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
- Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 24.435.787 juta , mengalami kenaikan 8.16% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 22.591.205 juta ). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan kredit yang diberikan dan surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 10.176.072 juta , naik 30.55% dari akhir tahun 2024 (Rp 7.794.763 juta ), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga bersih tercatat Rp 6.562.347 juta , naik 13.48% dari akhir 2024 (Rp 5.782.846 juta ).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 195.000 juta , turun 86.55% dari Rp 1.449.578 juta pada akhir 2024.
- Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 17.742.963 juta , naik 11.11% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 15.968.188 juta ).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 14.219.998 juta , naik 13.11% dari akhir 2024 (Rp 12.572.261 juta ), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 901.592 juta , naik 24.31% dari Rp 725.275 juta pada akhir 2024.
- Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 6.692.824 juta , naik 1.05% dari 31 Desember 2024 (Rp 6.623.017 juta ). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan dan peningkatan keuntungan belum direalisasi atas aset keuangan.
Laporan Laba Rugi
- Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 393.248 juta , meningkat signifikan dibandingkan rugi bunga bersih Rp 69.570 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang lebih tinggi dari kenaikan beban bunga.
- Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
- Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya (termasuk keuntungan penjualan aset keuangan, selisih kurs, dll) tercatat Rp 442.991 juta , turun 38.49% YoY dari Rp 720.161 juta.
- Beban Operasional
- Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 749.874 juta , naik 38.56% YoY, terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban umum & administrasi.
- Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Tercatat pemulihan (beban negatif) CKPN sebesar Rp 4.111 juta , dibandingkan pembentukan CKPN Rp 352 juta pada periode sama tahun lalu.
- Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 62.777 juta , turun 22.17% YoY dari Rp 80.663 juta.
- Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 3.15 , turun 22.03% YoY dari Rp 4.04.
Rasio Keuangan Utama
- Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM) (Proxy 9M): 36.73%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0.36%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 1.26%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 89.67%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
- Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 0.40%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0.16%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
- Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 71.56%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.
- Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 36.18%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 140 per 21 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 33.33x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 335.43, PBV berada di level 0.42x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank Capital Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid, didorong oleh ekspansi kredit dan peningkatan DPK. Pendapatan Bunga Bersih (NII) membaik secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih mengalami penurunan akibat tekanan pada pendapatan non-bunga dan kenaikan beban operasional. Kualitas aset (NPL) terjaga pada level yang sangat rendah , dan tingkat permodalan (CAR) masih sangat kuat , jauh di atas ketentuan regulator. Tingkat profitabilitas (ROA & ROE) masih tergolong rendah.
Dari sisi valuasi, saham BACA saat ini diperdagangkan pada PER yang relatif tinggi namun PBV yang rendah (di bawah nilai buku). Investor perlu mempertimbangkan kemampuan bank untuk meningkatkan efisiensi operasional (menurunkan BOPO) dan mendorong pendapatan non-bunga untuk memperbaiki profitabilitas ke depan. CAR yang kuat memberikan ruang untuk pertumbuhan, namun ROE yang rendah menjadi perhatian bagi imbal hasil pemegang saham.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


