Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Kuartal I 2025

Kinerja Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Kuartal I 2025

Pada kuartal pertama tahun 2025, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) per 31 Maret 2025

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp 58.422 juta, mengalami penurunan sebesar 3,79% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 60.726 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami turun sebesar 3,03% menjadi Rp 37.271 juta.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 5,11% menjadi Rp 21.151 juta.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6.033.505 juta, turun tipis sebesar 0,09% dari akhir tahun 2024 (Rp 6.038.759 juta). Sebagian besar liabilitas ini (Rp 5.106.228 juta) merupakan utang yang diselesaikan melalui PKPU.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 1,93%, menjadi Rp 843.899 juta.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 5.189.606 juta, mengalami penurunan sebesar 0,41%.

Defisiensi Modal (Ekuitas Negatif)

  • Total Defisiensi Modal: Perusahaan mencatat Defisiensi Modal (Ekuitas Negatif) sebesar Rp 5.975.083 juta, yang menunjukkan penurunan defisiensi (sedikit membaik) sebesar 0,05% dibandingkan akhir tahun 2024 (Defisiensi Rp 5.978.033 juta). Defisiensi modal yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp 5.935.593 juta.

Laporan Laba Rugi (Periode 3 Bulan berakhir 31 Maret 2025 vs 2024)

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada Q1 2025, pendapatan usaha perusahaan tercatat sebesar Rp 34.990 juta, yang mengalami penurunan sebesar 11,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 39.450 juta).

Laba (Rugi) Bersih

  • Rugi Bersih: Rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1.807 juta, yang menunjukkan perbaikan signifikan (rugi menurun) sebesar 85,67% dari rugi bersih Q1 2024 sebesar Rp 12.608 juta. Perbaikan ini terutama didorong oleh penurunan drastis pada beban keuangan dari Rp 22.562 juta di Q1 2024 menjadi hanya Rp 2 juta di Q1 2025.

Laba (Rugi) Per Saham (EPS)

  • EPS: Rugi per saham dasar perusahaan tercatat sebesar Rp (0,05), membaik dibandingkan Q1 2024 sebesar Rp (0,61).

Rasio Keuangan (per 31 Maret 2025 / Q1 2025)

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,044 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat rendah untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,044 kali. Rasio ini sama dengan Current Ratio karena tidak ada persediaan tercatat, mengindikasikan likuiditas jangka pendek yang sangat ketat.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 57,31%. Rasio ini menunjukkan perusahaan masih cukup efisien dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatannya.
  • Margin Laba Bersih: -5,16%. Ini menggambarkan perusahaan masih mengalami kerugian bersih setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): -12,13%. Ini menunjukkan perusahaan belum efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,12%. Catatan: ROE menjadi sulit diinterpretasikan dan kurang bermakna ketika ekuitas (modal) bernilai negatif.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,01 kali. Catatan: Karena ekuitas perusahaan negatif (defisiensi modal), rasio DER standar (Liabilitas/Ekuitas) menjadi negatif atau tidak terdefinisi. Angka 1,01x dihitung terhadap nilai absolut defisiensi modal, menunjukkan bahwa total liabilitas sedikit lebih besar dari nilai absolut defisiensi modal. Ini mengindikasikan kondisi solvabilitas yang sangat berisiko.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 21 Oktober 2025, yaitu Rp 50, dan EPS Q1 2025 Rp (0,05) (dianualisasi menjadi Rp -0,20), maka PER perusahaan adalah Negatif (-250x). Catatan: PER tidak bermakna ketika perusahaan mencatatkan rugi (EPS negatif).

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: Nilai Buku Per Saham (BVPS) perusahaan pada 31 Maret 2025 adalah Rp -161,41. Dengan harga penutupan saham Rp 50, PBV perusahaan adalah -0,31x. Catatan: PBV tidak bermakna ketika nilai buku per saham negatif.

Kesimpulan

Analisis berdasarkan laporan keuangan Q1 2025 menunjukkan bahwa BTEL masih menghadapi tantangan signifikan. Meskipun berhasil mengurangi rugi bersih secara substansial dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama karena penurunan beban keuangan, perusahaan masih mencatatkan penurunan pendapatan. Posisi keuangan tetap sangat tertekan dengan defisiensi modal yang besar dan rasio likuiditas yang sangat rendah. Rasio solvabilitas dan metrik valuasi seperti PER dan PBV sulit diinterpretasikan atau tidak bermakna karena ekuitas dan laba bersih yang negatif. Upaya restrukturisasi utang melalui PKPU menjadi faktor kunci bagi kelangsungan usaha perusahaan. Keputusan investasi harus mempertimbangkan risiko tinggi yang melekat pada kondisi keuangan perusahaan saat ini.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments