PT Delta Giri Wacana, Tbk (DGWG) akan segera melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO). Perusahaan ini menawarkan hingga 1,67 miliar saham dengan nominal Rp100 per lembar, setara dengan 25% modal disetor penuh. Harga penawaran awal (book building) dimulai pada 2 Desember hingga 16 Desember 2024, dengan kisaran Rp420-620 per saham. Jika semua saham terjual, DGWG berpotensi meraup dana hingga Rp1,03 triliun.
Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis. Sekitar 54,7% akan menjadi penyertaan modal untuk PT Fertilizer Inti Technology, sementara 8,9% dialokasikan untuk PT Dharma Guna Wibawa guna melunasi sebagian utang ke beberapa bank, termasuk CIMB Niaga dan Maybank. Sisanya, 33,1% akan digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku, dan 29,8% untuk belanja modal serta pelunasan sebagian utang kepada UOB dan CIMB Niaga. Sebagian kecil dana juga akan disetorkan ke PT Semesta Alam Sejati untuk mendukung kebutuhan modal kerjanya.
PT Delta Giri Wacana telah beroperasi sejak 2001 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang agrokimia. Produk unggulannya adalah pestisida bermerek Supremo. Awalnya hanya berfokus pada penjualan, DGWG kemudian mengembangkan usahanya dengan memulai kegiatan bottling pada 2005 dan mengintegrasikan proses mixing dan bottling di fasilitas produksi baru di Jababeka III, Bekasi, pada 2009.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO ini adalah BRI Danareksa Sekuritas, Samuel Sekuritas Indonesia, dan Shinhan Sekuritas Indonesia. Langkah IPO ini diharapkan dapat memperkuat posisi Delta Giri Wacana di pasar dan mendukung ekspansi bisnisnya.


