Kalau masih yakin sama reputasi Prajogo Pangestu dalam menjaga harga saham maka keep hold adalah pilihan yang masuk akal. Apalagi kalau memang berharap CDIA bisa terbang seperti DCII yang naik 65.000% sejak IPO. Dalam jangka waktu 4 tahun saya, harga saham bisa terbang tinggi. 10 lot modal Sepatu New Balance bisa berubah jadi rumah sebiji. Tapi sekali lagi, ini kalau masih yakin sama Prajogo Pangestu.
Kalau sudah tidak yakin sama Prajogo Pangestu, ya tinggal jual aja semua sahamnya. Move on. Toh udah cuan gede kan. Mana mungkin bisa cuan 800%+++ dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan kalau beli saham seperti BBRI BBCA. Ini cuan di CDIA sampai 800% seperti ini adalah extraordinary event. Tidak mungkin bisa tiap bulan terjadi.
Jadi kalau memang sudah merasa cukup, ya tinggal TP aja. Apalagi kalau sudah mikir ini Prajogo dapat duit dari mana ya bisa punya saham meroket begini? Dari margin? Dari repo? Dari gadai saham? Dari utang bank? Dari semedi? Dari pada pusing mikirin nya, ya tinggal take profit. Selesai masalah. Never looking back.
Tapi kalau kondisi setengah setengah, yakin tidak yakin, maka bisa TP sebagian, sisanya biarkan. Setelah membeli saham CDIA saat IPO di harga Rp190 per lembar sebanyak 18 lot atau 1.800 lembar, nilai investasi naik drastis karena harga pasar saat ini berada di level Rp1.830. Artinya, nilai portofolio melonjak dari Rp342.000 menjadi Rp3.294.000, dengan keuntungan mencapai Rp2.952.000 atau setara +863%.
Untuk mengamankan modal, investor cukup menjual sebagian kecil kepemilikannya. Dengan harga pasar saat ini, cukup menjual 2 lot atau 200 lembar saham untuk memperoleh sekitar Rp366.000. Jumlah ini sudah melebihi modal awal, sehingga sisa 1.600 lembar saham (16 lot) bisa disimpan tanpa risiko kehilangan pokok investasi.
Strategi ini dikenal sebagai mengunci modal atau risk-free holding, di mana investor mengamankan pokok dan membiarkan potensi keuntungan terus berjalan tanpa tekanan psikologis. Jika harga naik lagi, semua pertumbuhan akan menjadi profit murni. Jika harga turun, modal tetap aman di tangan.Pilihan keempat adalah keyakinan 1000% pada Prajogo Pangestu, makin naik harga saham, makin nambah terus. Anjlok pun nambah lagi. Ini strategi beresiko tapi ya modal utamanya yakin dan kalau nyangkut, bisa tetap hidup dari Income lain.
Dari 4 pilihan di atas tinggal mikir aja mana yang cocok dengan kondisi masing-masing investor. Saya tidak mau memberikan saran harus A, B, C, atau D karena dalam saham tidak ada dikotomi hitam putih 100%. Selalu ada wilayah abu – abu dan kompromi. Semua investor sudah dewasa bisa menentukan sendiri mana jalan yang mau dipilih.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.
PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


