PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengalokasikan dana maksimal Rp5 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) mulai 23 Mei 2026 setelah mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah strategis ini menargetkan peningkatan likuiditas serta nilai fundamental saham dan diprediksi meningkatkan proforma laba per saham (Earning per Shares) menjadi 0,10401 dolar AS.
Rincian Aksi Korporasi Buyback Saham AADI
Perseroan merencanakan buyback saham AADI dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp5.000.000.000.000. Pelaksanaan aksi korporasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham.
Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal yang ditempatkan dalam perseroan. Manajemen memastikan bahwa aksi ini tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.
Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan. Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melaksanakan transaksi pembelian kembali di pasar reguler.
Pembatasan harga saham untuk pembelian kembali akan mengikuti harga transaksi yang terjadi sebelumnya atau lebih rendah. Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar sesuai dengan hukum yang berlaku di bidang pasar modal.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Pembelian Kembali Saham AADI
Jadwal Lengkap Buyback Saham AADI 2026
Berikut adalah ringkasan tanggal penting terkait rencana pembelian kembali saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk:
| Agenda | Tanggal Pelaksanaan |
| Pengumuman RUPST dan Keterbukaan Informasi | 15 April 2026 |
| Pemanggilan RUPST kepada Pemegang Saham | 30 April 2026 |
| Pelaksanaan RUPST | 22 Mei 2026 |
| Periode Pelaksanaan Buyback | 12 bulan sejak 23 Mei 2026 |
| Pengumuman Ringkasan Risalah RUPST | Paling lambat 26 Mei 2026 |
Aksi ini tidak akan beririsan dengan periode pelaksanaan pembelian kembali saham tahun 2025. Hingga 31 Maret 2026, perseroan melaporkan belum melakukan pembelian kembali dari program tahun sebelumnya.
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan buyback saham AADI diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor melalui pengembalian nilai yang optimal. Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar di publik, nilai fundamental perusahaan diharapkan tercermin lebih akurat pada harga pasar.
Secara finansial, investor berpotensi mendapatkan peningkatan proforma laba per saham dasar (Earning per Shares). Berdasarkan data laporan keuangan per 31 Desember 2025, EPS diproyeksikan naik dari 0,09762 dolar AS menjadi 0,10401 dolar AS.
Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana Rp5 triliun tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan secara signifikan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas modal bagi pemegang saham lama dalam jangka panjang.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Sumber dana yang digunakan untuk pelaksanaan buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Manajemen menyatakan bahwa posisi keuangan saat ini sangat solid untuk mendukung rencana tersebut tanpa mengganggu operasional.
Jika seluruh anggaran digunakan, maka total aset dan ekuitas perseroan akan berkurang maksimal Rp5 triliun. Proforma total aset setelah buyback diperkirakan menjadi 5.414.254.000 dolar AS dari sebelumnya 5.706.276.000 dolar AS.
Proyeksi ini menggunakan asumsi nilai tukar JISDOR per 13 April 2026, yaitu Rp17.122 per dolar AS. Meskipun ada pengurangan aset, laba tahun berjalan diproyeksikan tetap stabil pada angka 849.184.000 dolar AS.
Baca juga: PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Jual 47,99% Saham Kestrel Senilai USD 1,85 Miliar
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
1. Mengapa PT Adaro Andalan Indonesia Tbk melakukan buyback saham? Pertimbangan utama adalah meningkatkan likuiditas perdagangan dan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham. Hal ini juga bertujuan agar harga saham mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
2. Berapa alokasi dana maksimal untuk aksi korporasi ini? Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp5.000.000.000.000 (lima triliun rupiah) termasuk biaya transaksi.
3. Bagaimana dampak buyback terhadap laba per saham (EPS)? Berdasarkan proforma keuangan, laba per saham dasar diprediksi meningkat dari 0,09762 dolar AS menjadi 0,10401 dolar AS.
4. Siapa saja yang dilarang bertransaksi selama periode buyback? Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, dan orang dalam perseroan dilarang bertransaksi pada hari yang sama dengan pelaksanaan buyback.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Buyback: Maksimal Rp5 triliun dari kas internal.
- Jangka Waktu: 12 bulan setelah persetujuan RUPST pada 22 Mei 2026.
- Tujuan Utama: Meningkatkan kepercayaan investor dan mencerminkan nilai fundamental.
- Metode: Pembelian melalui pasar reguler di BEI dengan menunjuk satu perusahaan efek.
Profil Singkat Perusahaan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) merupakan perusahaan holding yang menaungi berbagai anak perusahaan di sektor strategis. Lingkup usahanya meliputi pertambangan batu bara, jasa pertambangan, pengelolaan sumber daya air, hingga ketenagalistrikan. Selain itu, perseroan juga bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan tanaman penghasil getah lainnya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif berdasarkan dokumen keterbukaan informasi resmi perusahaan dan tidak merupakan rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan segala risiko pasar yang ada.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


