Saham ACES yang sekarang sudah ganti nama jadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk lagi dalam masa transisi yang cukup berat. Dari laporan keuangan interim per Juni 2025 kelihatan kalau bisnis ritel rumah tangga dan lifestyle ini masih punya pondasi kuat dengan 252 toko aktif, tapi profitabilitasnya justru menurun. Laba bersih semester I 2025 hanya Rp292,87 miliar, turun hampir 20% dibanding tahun lalu, dan kalau di-annualised EPS-nya sekitar Rp34,21 per saham.
Padahal harga sahamnya sekarang Rp436 setelah anjlok 39,02% dalam setahun terakhir, bikin PER-nya 12,74x. Secara valuasi di atas kertas angka ini masih masuk akal untuk perusahaan ritel, tapi masalahnya growth negatif bikin angka PER jadi agak menipu karena investor harus mempertimbangkan prospek, bukan cuma kinerja historis.
Ekuitas ACES Rp6,18 triliun yang kalau dibagi jumlah saham menghasilkan BVPS Rp361,59 per lembar, sehingga PBV sekarang 1,21x. Artinya harga saham memang sedikit di atas nilai bukunya. Kas per saham juga lumayan, sekitar Rp120,59, tapi utang total per saham Rp133,28, jadi posisi net debt tipis positif. Dari sini bisa disimpulkan ACES memang masih sehat secara aset, cuma profitabilitasnya yang lagi menurun.
Sisi cashflow justru lebih segar, CFO semester I Rp525,74 miliar yang kalau di-annualised setara Rp61,41 per saham, jauh lebih besar dari EPS. Bahkan FCF Rp51,29 per saham juga masih di atas target break-even 10 tahun Rp43,60. Jadi arus kas sebenarnya kuat, hanya laba akuntansi yang turun karena margin dan beban.
Menariknya, ACES tetap royal bagi dividen. Tahun ini mereka bagi Rp33,87 per saham dengan yield 7,77% di harga sekarang. Masalahnya payout ratio-nya hampir 99%, alias semua laba dibagikan. Ini bisa jadi pedang bermata dua. Bagi investor yield hunter, ini bagus, tapi bagi yang mikirin sustainability, ini bahaya karena perusahaan nyaris tidak menyisakan laba buat ekspansi, modernisasi toko, atau memperkuat neraca. Kalau tren laba turun terus, bisa saja nanti dividen dipotong, dan itu bisa memperparah sentimen pasar.
Dari sisi market cap, nilainya sekitar Rp7,46 triliun, ditambah liabilitas Rp2,28 triliun dan dikurangi kas Rp2,06 triliun, bikin EV Rp7,68 triliun. Kalau dibandingkan dengan annualised sales Rp8,54 triliun, EV/Sales cuma 0,90x, relatif murah untuk ritel. EV/EBITDA 5,78x juga terlihat rendah, menandakan valuasi sebenarnya tidak terlalu mahal kalau perusahaan bisa menjaga profit. Tapi kalau lihat EV/EBIT 9,97x, baru kelihatan bahwa margin tipis bikin valuasi jadi lebih berat. Di sisi lain, P/S ratio 0,87x menunjukkan pasar menilai setiap Rp1 penjualan ACES kurang dari Rp1 di market, tanda pasar agak pesimis soal kemampuan konversi penjualan ke laba.
ACES sekarang jadi saham yang dilematis. Di satu sisi kas melimpah, CFO dan FCF sehat, yield dividen tinggi, valuasi relatif murah di sales dan EBITDA. Di sisi lain, laba turun tajam, payout ratio terlalu tinggi, dan prospek pertumbuhan belum kelihatan jelas. Kalau tujuan investor sekadar cari dividen jangka pendek, ACES masih menarik.
Tapi kalau orientasi ke growth jangka panjang, perlu ada turnaround strategi dari manajemen untuk perbaikan margin, efisiensi operasional, dan diversifikasi produk agar bisa kembali tumbuh. Idealnya harga saham yang fair di kondisi sekarang, kalau pakai PBV 1, ada di Rp361-an, atau kalau pakai PER 10, di Rp342-an. Artinya harga Rp436 saat ini memang agak premium dibanding fundamental, kecuali pasar yakin ACES bisa balik cetak growth positif lagi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


