Pada semester pertama tahun 2025, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 3.665.388.198.720, mengalami perubahan sebesar -2,16% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 3.746.346.988.767.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 0,56% menjadi Rp 1.049.976.578.730.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun -3,21% menjadi Rp 2.615.411.619.990.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.792.948.636.926, meningkat sebesar 24,67% dari tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 60,51%, menjadi Rp 980.283.215.693.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 812.665.421.2337, mengalami penurunan sebesar -1,79%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1.872.439.561.794, yang mencatatkan penurunan sebesar -18,88% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1.771.036.034.874, yang mengalami penurunan sebesar -7,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama didorong oleh penurunan penjualan Roti Tawar dan Roti Manis.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 71.800.505.277, yang mengalami penurunan sebesar -50,36% dari tahun sebelumnya.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 12,72, menunjukkan penurunan sebesar -49,84% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 1,07 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,92 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 51,87%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 4,05%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 3,87%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 6,87%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,96. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 13 Agustus 2025, yaitu Rp 810, PER perusahaan tercatat sebesar 31,84x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 2,43x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 810 dan nilai buku per saham sebesar Rp 332,65. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan pada pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan pada liabilitas jangka pendek juga perlu menjadi perhatian. Meskipun demikian, rasio-rasio keuangan menunjukkan kondisi yang masih cukup stabil. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri, dalam mengambil keputusan investasi.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini! https://bit.ly/pintarsahamid


