PT Karya Pacific Investama (KPI) melaksanakan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) untuk membeli maksimal 535.379.000 saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) di harga Rp99 per saham guna meningkatkan kepemilikan menjadi 50,50%. Aksi korporasi yang telah mendapat pernyataan efektif OJK pada 20 April 2026 ini bertujuan untuk menjadikan KPI sebagai pemegang saham pengendali baru di IATA.
Rincian Aksi Korporasi Tender Sukarela Saham IATA 2026
PT Karya Pacific Investama (KPI) saat ini telah memiliki 48,79% atau setara 15.258.915.800 saham Seri B dalam PT MNC Energy Investments Tbk. Melalui penawaran tender ini, KPI akan membeli sebanyak-banyaknya 1,712% saham tambahan yang tersedia di pasar modal.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp99 per saham, yang mencakup Saham Seri A, Seri B, dan Seri C milik pemegang saham publik. Nilai ini lebih tinggi dari harga rata-rata perdagangan harian tertinggi di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman, yakni sebesar Rp98,75.
Sumber Informasi: Laporan Informasi atau Fakta Material Penawaran Tender Sukarela PT MNC Energy Investments Tbk
Jadwal Lengkap Tender Sukarela IATA
Proses penawaran tender sukarela ini berlangsung selama 30 hari kalender sesuai dengan regulasi yang berlaku. Berikut adalah rincian jadwal penting bagi pemegang saham IATA:
| Tahapan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Pernyataan Efektif OJK | 20 April 2026 |
| Periode Penawaran Tender Sukarela | 22 April – 21 Mei 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 4 Juni 2026 |
| Tanggal Pengembalian Saham (Tidak Dibeli) | 8 Juni 2026 |
| Tanggal Pembayaran | 9 Juni 2026 |
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan tender sukarela ini akan menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali dari PT MNC Asia Holding Tbk menjadi PT Karya Pacific Investama. Meski terjadi pergantian pengendali, KPI berkomitmen untuk tetap mendukung keberlanjutan bisnis IATA di sektor perdagangan batu bara dan investasi.
Bagi investor minoritas, penawaran ini memberikan kesempatan untuk melakukan divestasi pada harga premium di atas rata-rata pasar 90 hari terakhir. Investor perlu mempertimbangkan manajemen portofolio secara hati-hati agar modal tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan dan Kesiapan Dana
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, IATA memiliki nilai aset sebesar US$238.187.031 atau setara Rp3,93 triliun. Transaksi ini telah memenuhi kriteria batasan nilai aset wajib notifikasi kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena nilai aset gabungan melebihi Rp2,5 triliun.
KPI telah memastikan ketersediaan dana untuk melakukan pembayaran penuh kepada pemegang saham melalui dukungan dana dari PT Bank UOB Indonesia. Dana tersebut telah dikonfirmasi mencukupi untuk menyerap maksimal seluruh objek penawaran tender.
FAQ
1. Apakah pemegang saham wajib ikut serta dalam tender sukarela ini? Tidak, keikutsertaan bersifat sukarela bagi pemegang saham publik yang ingin menjual sahamnya di harga Rp99 per saham.
2. Bagaimana jika jumlah saham yang ditawarkan pemegang saham melebihi batas maksimal? Jika terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed), maka akan dilakukan penjatahan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang masuk.
3. Berapa biaya transaksi yang ditanggung investor? Pemohon yang disetujui akan menanggung biaya transaksi sebesar 0,35% dari harga penawaran tender sukarela.
Poin Penting bagi Investor
- Harga Penawaran: Rp99 per saham (Seri A, B, dan C).
- Batas Maksimal: 535.379.000 lembar saham (1,712%).
- Tujuan: Perubahan pengendali utama menjadi PT Karya Pacific Investama.
- Periode: Berlangsung selama 30 hari sejak 22 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi, perusahaan induk, dan perdagangan batu bara. Saat ini, IATA mengonsolidasikan berbagai entitas anak yang berperan dalam industri pertambangan dan infrastruktur energi terintegrasi.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


