- HGII menargetkan pendapatan Rp100 miliar dan laba bersih Rp40 miliar di 2025, dengan tantangan utama berupa mismatch lokasi potensi EBT dan kebutuhan listrik.
- Penguatan modal kerja berasal dari efisiensi operasional, dana IPO, dan fasilitas pinjaman dari BCA jika diperlukan.
- Penambahan satu direksi dan komisaris dari Yonden dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan mendukung target ekspansi hingga 100 MW pada 2031.
- Yonden sebagai pemegang saham asing membawa praktik GCG yang baik dan sinyal dukungan kuat untuk pertumbuhan jangka panjang HGII.
- Eksplorasi EBT akan difokuskan pada lokasi yang feasible bagi semua pemangku kepentingan, terutama PLN sebagai off-taker utama.
Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.


