PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (Perseroan) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langkah strategis pemberian fasilitas utang yang dikonversi menjadi saham di PT Jala Mas Putra Rejeki. Berikut adalah poin-poin kunci yang perlu dicermati oleh investor:
1. Tujuan Strategis: Akuisisi Bertahap
Manajemen menegaskan bahwa pemberian utang yang kemudian ditukar menjadi saham ini adalah bagian dari strategi investasi dan pengambilalihan saham PT Jala Mas Putra Rejeki. Mekanisme “utang wajib konversi” dipilih agar proses akuisisi berjalan fleksibel dan terukur sesuai dinamika sektor kesehatan, tanpa mengganggu operasional rumah sakit Perseroan saat ini.
2. Dampak Positif pada Laporan Keuangan
Investor perlu mencatat bahwa laporan keuangan PT Jala Mas Putra Rejeki akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan.
- Aset & Pendapatan: Aksi ini diproyeksikan akan meningkatkan aset dan berpotensi memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan serta laba Perseroan.
- Kesehatan Keuangan: Manajemen memastikan dampak konsolidasi ini berada dalam batas wajar dan tidak berdampak negatif material terhadap kelangsungan usaha.
3. Jadwal Eksekusi hingga 2027
Proses konversi saham ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi menjadi 4 tahapan:
- Tahap 1: Sudah terlaksana pada 10 Desember 2025.
- Tahap 2: Direncanakan Mei 2026.
- Tahap 3: Direncanakan Desember 2026.
- Tahap 4: Direncanakan November 2027.
4. Nilai Transaksi dan Penilaian Wajar
Perseroan memutuskan untuk tidak mempublikasikan nilai nominal utang maupun jumlah saham yang dikonversi karena terikat perjanjian kerahasiaan. Selain itu, transaksi ini tidak menggunakan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) karena nilai transaksinya belum menyentuh ambang batas yang mewajibkan penggunaan penilai eksternal sesuai regulasi. Nilai konversi disepakati bersama oleh kedua belah pihak secara wajar.
5. Tidak Ada Rights Issue dalam Waktu Dekat
Bagi investor yang khawatir akan dilusi saham (stock dilution), Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengeluarkan saham baru atau efek bersifat ekuitas lainnya dalam kurun waktu 12 bulan ke depan setelah tanggal efektif.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


